Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Untuk Wanita, Jangan Jadi Wanita Lebay, Merasa Paling Menderita Sedunia

0

Terkadang sifat wanita itu suka membesar-besarkan masalah, masalah sepele seolah bisa menjadi masalah besar, apabila wanita yang mengalaminya. Bahkan sampai diceritakan kepada orang lain bahwa dirinya sangat menderita.

Menjadi seorang wanita muslimah itu seharusnya bisa menjadi sosok yang tangguh, yang baik, yang mampu memberi contoh untuk para wanita lainnya, yang mampu menyelesaikan segala persoalan dengan hati yang tenang.

Karena, sejatinya Allah menguji seseorang itu tidak melebihi batas kemampun hambanya. Jadi jangan pernah bersikap berlebihan terhadap apa yang dihadapi, pikirkan dengan tenang kemudian mulailah mencari solusi.

Saat masih gadis, “Deuh, setiap hari ada kuliah nih. Capek. Tugas mulu. Yang enggak kuliah sih enak,”

Ukhti, ya itu memang sudah konsekuensi sebagai mahasiswa, salah satunya adalah adanya tugas. Enggak hanya kamu aja yang begitu di dunia ini. Bersyukurlah masih bisa kuliah. Jutaan manusia di luar sana bahkan lebih, jangankan buat kuliah yang SPP-nya makin mahal, buat kebutuhan sehari-hari aja susah.

Saat sudah menikah dan jadi ibu rumah tangga, “Kerjaan enggak habis-habis. Habis ngurusin rumah ngurusin suami. Belum ngerjain tugas sendiri. Waktu 24 jam enggak cukup. Enggak apa-apa deh bayarannya surga, ya udah mau gimana lagi,” apa dengan menggerutu bisa disebut ikhlas?

Ukhti, kalau enggak mau begitu ya jangan menikah. Toh yang ngerasain hal semacam itu enggak hanya dirimu. Bersyukurlah sudah menikah. Di luar sana banyak yang ingin menikah tapi belum dikasih kesempatan.

Ini enggak mau, itu enggak mau. Ini rewel, itu ngeluh. Kok enggak jauh beda sama anak TK yang enggak jelas maunya apa. Padahal ini orang dewasa. Adalah wajar jika sesekali mengeluh (yang tidak di sembarang tempat dan orang tentunya), namanya juga manusia. Tapi kalau setiap detik dan setiap yang dilakukan dikeluhkan? Terus maunya apa?

Mengeluh dalam bentuk lain yang kadang tidak disadari juga bisa dalam model cerita bahwa yang bersangkutan sudah menyelesaikan ini dan itu di saat yang lain tidur atau istirahat. Ukhti, buat apa seperti itu? Ingin mendapatkan pengakuan dari manusia yang tidak seberapa yang palingan hanya beberapa detik saja? Itu sangatlah rugi ukh.

Jika dirimu merasa yang paling sibuk dan menderita di dunia, lalu mereka yang saat ini sedang berada di daerah konflik yang enggak tahu apakah masih hidup atau enggak disebut apa?

Jika dirimu merasa paling kuat hanya karena yang lain tidur kamu sendiri yang bangun untuk ngelakuin ini dan itu, lalu orang-orang yang kerjanya bertaruh nyawa semisal pembersih kaca gedung bertingkat disebut apa?

Semoga hal-hal baik yang dilakukan tidak ternoda dengan hal-hal murahan seperti itu ya, Ukhti. Mari sama-sama berkontemplasi. Allah enggak pernah tidur. Dia pasti tahu kok walau orang lain enggak tahu. Kebaikan dan keikhlasan itu akan senantiasa selalu Allah catat. []

Sumber: Ummi Online



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline