Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Inilah Alasan Agama Islam Mengharamkan Istri Berdandan

0

Ketika sudah menikah, istri dilarang berdandan terkecuali hanya untuk suaminya saja atau ketika posisinya ada di dalam rumah dengan tujuan untuk menyenangkan hati suami, dan memang itu akan bernilai ibadah bagi sang istri.

Nampak cantik dan menawan, tentu semua wanita menginginkannya, apalagi setelah berdandan dan berhasil menjadi cantik bisa memotretnya atau menunjukkannya langsung pada orang lain akan menjadi kebanggan tersendiri.

Selfie maupun make over di salon-salon kecantikan yang menghabiskan uang ratusan ribu hingga jutaan rupiah menjadi trend tersendiri, entah siapa yang memulai, tapi hari ini sudah lumrah terjadi di masyarakat, tidak peduli sudah berhijab ataupun belum namun tampaknya itu sudah tidak dipedulikan lagi, baik yang masih single atau yang telah menikah. Namun apakah hal ini tidak menjadi masalah dan lumrah dalam ajaran Islam? Menunjukkan kecantikan yang sebenarnya menjadi hak seorang Suami kepada orang lain, bolehkah?

Ada paradigma yang “menarik”, yang entah sudah lama berkembang atau baru saja ada di masyarakat, berdandan menawan agar tampak cantik layaknya bidadari ketika hendak keluar dari rumah. Pujian orang menjadi sasarannya, selain memang ingin saja berbandan biar tampil cantik, atau kalua bisa malah lebih cantik dari wanita lain; alasan lain seorang wanita berdandan berlebihan agar nampak cantik nan menawan, dilakukan agar suami juga mendapat tempat kehormatan yang sama ketika si istri tadi dipuji “Cantik..”, “Istri siapa coba…??”.

Menjaga kehormatan suami memang kewajiban seorang suami, akan tetapi jika penjagaan kehormatan suami tersebut dilakukan dengan cara justru dalam tidak ada bahkan dinilai menjatuhkan kehormatan suami ajaran Islam itu juga tidak bisa dibenarkan.

Dalam ajaran Islam, Islam mengatur ketat soal aurat perempuan demi menjaga kehormatan perempuan itu sendiri, memang dalam beberapa pendapat mengungkapkan bahwa tabarruj (berdandan) ala jahiliyyah itu semisal memakai kerudung tapi tidak sempurna hingga masih terlihat perhiasan yang dikenakan seorang wanita. Lalu bagaimana dengan berdandan seperti yang terjadi hari ini masuk dalam kategori jahiliyyah?? Bisa dikatakan termasuk dandanan ala jahiliyyah jika benar-benar menampakkan aurat dan perhiasan yang dikenakan, hal ini dikarenakan kecantikan seorang istri hakikatnya murni “milik” sang suami.

Terkesan posesif dan membatasi hak-hak wanita yang juga diciptakan oleh Allah SWT sebagai manusia bebas. Tapi fakta kebebasan wanita berdandan seringkali melupakan bahwa hak suami yang layak juga “disuguhi” dandanan mempesona dari sang istri, akibatnya banyak lelaki beristri yang akhirnya melakukan perselingkuhan dengan perempuan lain tanpa sepengetahuan istri, atau malah dengan berdandan yang berlebihan akan menarik birahi lelaki lain, sangat disayangkan bila hal ini terjadi.

Jika untuk menghadiri acara tertentu toh tidak ada salahnya jika kita berdandan sederhana saja dan tidak mencoba meniatkan diri pada penunjukkan kecantikan wanita secara berlebihan. Ajaran Islam melindungi kehormatan baik suami maupun istri dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti itu, Islam mengajarkan dengan segala aturan yang ada baik itu yang wajib maupun larangan justru menjadikan seseorang yang meraih kebebasan tapi tidak merugikan diri sendiri maupun keluarga. []

Sumber: Ihram

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline