Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Pembalut Harus Dicuci Sebelum Dibuang, Wajibkah?

0

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum
Ustazah, apakah benar pembalut bekas pakai harus kita cuci dulu sebelum dibuang? Terima kasih atas penjelasan Ustazah.

Jawaban:

Wa’alaikumusalam
Izin jawab, para shahabiyat di masa Rasulullah saw memiliki kain khusus untuk haid. Di antaranya tersebut dalam hadits riwayat Imam Bukhari bahwa Ummu Salamah berkata, “Ketika aku bersama Nabi Muhammad saw beliau tidur-tiduran di kain hitam persegi empat (dalam satu riwayat: di lantai), tiba-tiba aku haid, lalu aku keluar dan mengambil pakaian haidku, lalu beliau bertanya, ‘(Mengapa kamu?) Apakah kamu haid?’ Aku menjawab, ‘Ya.’”

Hadits riwayat Aisyah ra, ia berkata: “Apabila salah seorang di antara kami sedang haid, Rasulullah saw memerintahkan untuk memakai izaar (kain bawahan menutupi bagian tubuh dari pusar ke bawah),” (HR Muslim).

Bahan yang dipergunakan adalah kain/handuk yang bisa menyerap darah dan bisa dicuci kapan pun saat dibutuhkan. Namun, seiring kemajuan zaman, kini kaum perempuan menggunakan pembalut yang terbuat dari kapas atau bahan yang langsung dibuang sekali pakai.

Pertanyaannya, apakah pembalut bekas haid harus dicuci sebelum dibuang? Apalagi darah haid adalah najis. Sepanjang pengetahuan saya, belum ditemukan nash, baik dalam Al-Qur’an maupun hadits Nabi saw yang mengharuskan mencuci pembalut tersebut apabila langsung dibuang. Yang wajib dibersihkan dari najis adalah darah haid yang melekat pada badan/tubuh/pakaian kita, apabila hendak melaksanakan shalat.

Mencuci pembalut yang terbuat dari kapas merupakan bentuk menjaga kebersihan saja. Tentu saja sangat menjijikkan apabila bekas pembalut yang dipenuhi darah tersebut berceceran di tempat sampah. Bukankah kebersihan itu sebagian dari iman? Walahu’alam. []

Sumber: UmmiOnline



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas