Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Wanita, Ini Masa Haidh Minimal dan Maksimal

0

Perempuan dewasa dan baligh tentu mengalami haid. Nah, berapa lama haid dijalani? Biasanya sih, antara satu perempuan dan perempuan lainnya berbeda.

Masa haidh paling kurang ialah: tiga hari tiga malam, dan yang terbanyak adalah sepuluh hari sepuluh malam. Perhitungan didasarkan pada jam waktu. Maka paling sedikit ialah 72 (tujuh puluh dua) jam, dan paling banyak ialah 240 (dua ratus empat puluh) jam.

Dalam masa itu, tidak dipersyaratkan darah terus menerus keluar sepanjang siang dan malam. Akan tetapi keputusannya selama satu jam, dua jam atau lebih sedikit tidak mempengaruhi kelangsungannya. Yang diakui itu atau lebih sedikit tidak mempengaruhi kelangsungannya. Yang diakui bagi keberadaannya ialah pada permulaan haidh dan akhir haidh saja, sana dengan pengakuan nisab dalam zakat.

Apabila seorang perempuan melihat darah selama masa satu hari atau dua hari, kemudian darah itu putus, maka ia bukanlah darah haidh menurut syara’. Namun apabila hal itu berlangsung terus lebih dari sepuluh hari, maka kelebihan dan kebiasaannya itu bukannlah haidh, sebagaimana akan dijelaskan mendatang. Ini adalah madzhab Hanafiyyah.

Madzhad Syafi’iyyah dan Hanbaliyyah berpendapat dalam qaul yang rajih, bahwa paling sedikitnya haidh ialah sehari semalam, dan paling banyak ialah lima belas hari semalam, kemudian darah itu berhenti, maka darah itu adalah haidh menurut madzhab Hanafiyyah.

Demikian pula apabila darah itu terus keluar di atas sepuluh hari, maka ia mengikuti perbedaan pendapat di atas. []

Sumber: Hukum-hukum Wanita dalam Fiqih Islam/Karya: Dr. Ahmad Al-Haji Al-Kurdi /Penerbit: Dina Utama Semarang

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy

Maaf Ukhti Antum Offline