Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Kapan Sebaiknya Berhubungan?

0

Jima atau hubungan suami istri yang paling bermanfaat adalah yang dilakukan setelah tercernanya makanan, dan ketika badan dalam kondisi yang pertengahan baik panas dan dinginnya, kering dan lembapnya, maupun kosong dan penuhnya (perut).

Kemudharatannya ketika badan dalam keadaan penuh lebih ringan dan lebih sedikit daripada ketika kosongnya. Demikian pula kemudharatannya lebih ringan ketika kelembapannya tinggi daripada ketika kering.

Dan kemudharatan jima’ ketika badan dalam keadaan panas lebih sedikit daripada ketika badan dalam keadaan dingin.

Seyogyanya hubungan badan dilakukan apabila syahwat dan gairah seks mulai bangkit dan memuncak. Bukan karena memaksakan diri memikirkan gambar porno, dan bukan pula karena pandangan yang terus menerus. Dan tidak sepantasnya untuk mencari-cari sebab bangkitnya syahwat seksualnya dan membebani serta memaksakan diri untuk melakukannya.

Dan hendaknya segera melakukan hubungan badan apabila telah tergerak untuk melakukannya karena banyaknya sperma, dan mulai menguat serta membesar nafsu syahwatnya. []

Sumber: Kitab Za’adul Maad fi Hadyi Kharil ‘Ibaad, Juz 4, oleh Ibnu Qayyim 



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas