Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Say No To “Pacaran”

0

Saat ini banyak remaja yang terperosok dalam era globalisasi dan berlomba-lomba dalam kemaksiatan, contohnya pacaran.

Bagaimana cara menyadarkan anak muda zaman sekarang yang masih saja melakukan pacaran padahal dalam islam itu termasuk zina?

Bismillah. Alhamdulillah washshalatu wassalam ‘ala Rasulillah. Setan tidak akan pernah berhenti untuk menggoda manusia kepada jurang kebinasaan.

Di antara cara setan menggoda manusia adalah dengan syahwatnya. Allah telah mengharamkan zina dan segala perbuatan yang bisa mengantarkan kepada perbuatan zina.

Allah berfirman, “Dan janganlah kalian mendekati zina! Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra’: 32)

Di dalam ayat ini Allah dengan jelas melarang kita untuk mendekati perbuatan zina. Mendekatinya saja terlarang apalagi melakukan perbuatan zina.

Ini merupakan larangan dari Allah dalam rangka preventif atau pencegahan dari perbuatan zina.

Rasulullah juga bersabda, “Telah dicatat pada diri anak Adam bagiannya dari perbuatan zina. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa mengelak. Zina dua matanya adalah dengan melihat. Zina dua telinganya adalah dengan mendengar. Zina lisannya adalah dengan berbicara. Zina tangannya adalah dengan memegang. Zina kakinya adalah dengan melangkah. (Zina) hatinya adalah dengan bernafsu dan menginginkan (untuk berzina). Dan yang membenarkan atau mendustakannya adalah kemaluannya.”

Hadits ini dengan jelas menunjukkan bahwa mata, telinga, lidah, tangan dan hati bisa berzina, dan yang menunjukkan kepastian perbuatan zina adalah kemaluannya.

Oleh karena itu, syariat kita melarang kita untuk mendekati perbuatan zina bagaimana pun caranya, bahkan kepada wanita-wanita mulia sekalipun, yaitu istri-istri
Nabi, Allah memerintahkan mereka untuk tidak melunakkan suara di hadapan para lelaki.

Allah berfirman, “Hai isteri-isteri Nabi! Kalian bukanlah seperti wanita yang lain, jika kalian bertakwa. Oleh karena itu, janganlah kalian tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (Al-Ahzab: 32)

Para sahabat pun ketika mereka ingin meminta sesuatu kepada istri-istri Nabi maka mereka harus meminta dari balik hijab.

Allah berfirman, “Apabila kalian meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka.” (Al-Ahzab: 53)

Dari dua ayat di atas kita bisa pahami bahwa Allah melarang wanita berbicara dengan menundukkan suara atau melunakkan suara dan menyuruh laki-laki agar berbicara kepada wanita lain tidak secara langsung melainkan melalui tabir.

Tujuannya adalah agar laki-laki dan wanita bisa menjaga hati mereka dari bermaksiat kepada Allah.

Di zaman sekarang ini, banyak sekali orang-orang yang menggoda para wanita dengan cara yang seperti Saudari tanyakan, bahkan sebagian mereka memiliki pacar tidak hanya satu.

Loading...

Oleh karena itu, saya nasihatkan kepada Saudari agar menghentikan hubungan tersebut dan fokuslah untuk belajar.

Jika benar-benar sudah siap untuk menikah, maka gunakanlah cara-cara yang dibenarkan di dalam syariat untuk mencari pasangan hidup. []

Sumber: majalah-elfata.com



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas