Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Jam Kerja yang Telalu Pagi Memicu Depresi, Benarkah?

0

Jam berapa kamu bangun pagi? Apa yang kamu lakukan setelah bangun? Beribadah, membuat sarapan, membaca buku atau novel kesukaan, mendengarkan musik, membersihkan rumah atau sekedar bersantai sebelum memulai aktivitas. Atau, selepas bangun kamu justru langsung mandi dan cepat-cepat berangkat kerja lantas menyelesaikan pekerjaan kamu?

Memulai pekerjaan di waktu yang terlalu pagi apalagi selepas tidur bisa meningkatkan risiko depresi. Para ilmuwan di Oxford University menyebutkan bahwa bekerja di bawah pukul 10 pagi lebih rentan membuat pikiran kacau, stres dan depresi. Terlebih lagi, ketika pekerjaan ini berakhir di waktu yang sangat sore hingga malam.

Para ahli menemukan bahwa bekerja terlalu pagi di depan komputer atau sejenisnya rentan menyebabkan kelelahan fisik maupun psikis. Ini juga rentan meningkatkan risiko sakit kepala dan menyiksa diri sendiri.

Paul Kelly, seorang ilmuwan mengatakan, “Banyak perusahaan meminta karyawannya mulai bekerja di bawah jam 10 pagi. Padahal ini bisa meningkatkan risiko stres dan depresi pada karyawan. Sebenarnya tubuh dirancang telah memiliki keteraturannya sendiri. Keteraturan atau jam internal ini bisa terganggu ketika dibuat bekerja terlalu pagi. Jika jam kerja tubuh ini terganggu, maka ini akan mengganggu kesehatan tubuh secara keseluruhan.”

Kelly menyarankan agar adanya perubahan jam kerja di masyarakat. Menurutnya, memulai jam kerja selepas jam 10 pagi akan lebih baik jika dibandingkan memulai kerja di bawah jam 10. Penelitian yang dilakukannya pada siswa SMA reguler di Monkseaton Inggris ditemukan bahwa siswa yang mulai belajar jam 10 pagi mengalami peningkatan produktivitas sebanyak 19 persen.

Kalau menurut kamu, jam berapa kira-kira jam ideal untuk memulai kerja atau belajar? Tentunya kita punya pandangan sendiri-sendiri mengenai hal ini.

Sumber: Vemale.com



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline