Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Begini Cara Menghindari Salaman Kepada yang Bukan Mahram

0

Ketika Anda sudah hijrah kemudian memperdalam ilmu agama, tentu disana Anda akan mengetahui apa-apa saja yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Apalagi ketika ditakdirkan sebagai muslimah, yang dimana aurat muslimah itu dari ujung rambut hingga ujung kaki kecuali telapak tangan dan wajah.

Sebagai muslimah tentu kita ingin snenatiasa menjaga aurat itu, jangan sampai terlihat atau bahkan tersentuh oleh yang bukan mahram. Seperti halnya tangan, ia memang bukan aurat, namun jika disentuh oleh yang bukan mahram itupun bisa menjadi sumber dosa bagi kita. Lantas bagaimana kita menyikapinya, apalagi budaya salaman dalam lingkungan keluarga itu sudah hal yang wajib.

Memang paling susah berdakwah di lingkungan keluarga. Lihat saja pengalaman nabi-nabi terdahulu. Nabi Nuh tak berhasil mengajak istri dan anaknya. Rasulullah tak bisa pula menyadarkan pamannya sendiri, Abu Thalib. Tapi jangan lantas kita jadi mutung ya… tetap semangat! Biasanya memang banyak yang malas dakwah di keluarga. Salah satu alasannya, keluarga sudah tahu borok dan kejelekan diri kita karena sehari-hari melihat dan berinteraksi dengan kita.

Tapi tetap saja kalau kita tidak boleh bersentuhan dengan paman (adik ibu). Kenapa memangnya? Ya, soalnya selain karena memang sudah dilarang, adik ibu itu bisa halal untuk menikahi kita dalam satu titik dan kondisi. Misalnya kalau udah cerai atau bibi kamu itu meninggal nantinya (bukan mendoakan lho!).

Nah, kalo untuk urusan seperti ini, ya kita musti tegas. Jangan takut dibilang sombong deh, inikan sesuatu yang prinsipil. Tapi memang, caranya jangan sampai ekstrem. Ketika kita bersalaman dengan tanpa musti menyentuhkan tangan, jangan lupa senyum diberikan—tapi juga jangan kelewat over. Nanti malah menimbulkan fitnah yang lain lagi.

Tapi memang ada baiknya juga selain dengan memberikan sikap seperti itu, kamu langsung ngomong, mungkin yang paling efektif lewat bibi kamu itu—biar nanti yang menyampaikannya ke paman kamu itu ya istrinya sendiri, bibi kamu itu. Tapi kalau tidak mau capek sih, menerangkannya pas waktu ada acara keluarga. Supaya yang lain juga bisa belajar untuk paham. Asyik kan bisa dakwah di keluarga? Jangan lupa gunakan adab dan sopan santun dalam berdakwah, agar senantiasa diterima oleh keluarga. []

Sumber: RM



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas