Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Kebaya Pengantin “Berekor” Panjang, Bolehkah?

0

Sekarang sedang tren kebaya pengantin “berekor” panjang atau model putri duyung. Apakah syar’i bila dipakai pengantin Muslimah, tidakkah itu termasuk “menjela-jela” atau terjulur? Lalu, haramkah memakai bulu mata palsu? 

Islam memiliki ciri khas dalam ajarannya, yaitu tidak mengikuti kebiasaan dan perilaku yang berasal dari luar Islam. Kebiasaan yang terjadi pada suatu masyarakat bisa jadi menunjukkan identitas mereka sehingga Rasulullah saw melarang tasyabbuh (penyerupaan). Inilah sebabnya Rasulullah membiarkan jenggot dan mencukur kumis (karena kebiasaan orang-orang non-Muslim pada saat itu melakukan sebaliknya, yakni membiarkan kumis dan mencukur jenggot).

Untuk perempuan, diperintahkan menyempurnakan tutupan kerudung di kepala sehingga tidak terlihat kuping, leher dan dada. Sementara kebiasaan perempuan saat itu membiarkan bagian-bagian tersebut terbuka.
Dari Ibnu Umar ra, Rasulullah saw bersabda, “Kehinaan dan kekerdilan dijadikan pada orang yang menyelisihi perintahku, barang siapa yang meniru satu kaum, maka dia termasuk golongan mereka,” (HR Imam Ahmad).

Imam Abu Dawud juga meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa yang meniru satu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.”
Dalam hadis tersebut Rasulullah melarang keras dan memberi peringatan serta ancaman bagi mereka yang menyerupai orang kafir, baik dalam perkataan, perbuatan, pakaian, dan apa saja yang menjadi ciri perbuatan mereka yang tidak disyariatkan bagi umat Islam.

Begitu juga dengan pakaian pengantin yang berekor sehingga terjulur/menjela-jela sebagaimana kebiasaan pakaian pengantin yang dilakukan orang-orang barat non-Muslim. Maka, tidaklah layak bagi seorang Muslimah meniru hal tersebut.

Seiring dengan perkembangan teknologi kecantikan, saat ini ada bulu mata palsu—selama ini yang dikenal hanya rambut palsu. Beberapa ulama kontemporer berpandangan akan keharamannya dengan beberapa alasan:

Hadits Rasulullah saw, “Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan meminta rambutnya disambung,” (HR Bukhari). Jika Nabi telah melarang menyambungkan rambut dengan rambut lainnya (memasang rambut palsu) maka memasang bulu mata palsu pun tidak boleh berdasarkan kaidah qiyas.

Sebagai hamba Allah, sudah sepatutnya menerima dengan penuh kerelaan terhadap apa yang telah Allah takdirkan. Tidak perlu melakukan tipu daya dengan memakai bulu mata palsu walaupun bulu mata yang asli tidak lentik atau pendek. Perbuatan ini termasuk mengubah ciptaan Allah. Terkecuali, untuk alasan kesehatan atau maslahat bagi yang mengalami kecacatan atau penyakit yang mengharuskannya memakai bulu mata palsu.

Memakai bulu mata palsu termasuk bagian dari tabarruj. Menurut Imam al-Bukhari bahwa tabarruj itu adalah perbuatan wanita yang memamerkan segala kecantikan miliknya. Dan tabarruj tersebut, menurut Imam Zahabi, merupakan perbuatan haram. []

Sumber: Ummionline

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline