Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Sampai Kapan Masa Galau Janda Berakhir?

0

Apakah memang diperkenankan seorang istri yang belum seminggu ditinggal mati suaminya pergi keluar rumah bahkan langsung meninggalkan kediaaman almarhum sang suami? Berapa lama semestinya istri berkabung sepeninggal suaminya?

Jumhur ulama fiqih berpandangan bahwa tempat iddah seorang wanita yang bercerai atau ditinggal mati suaminya adalah di rumah tempat pasangan suami istri itu tinggal.

Seperti tertulis dalam QS Ath-Thalaaq: 1, ”Hai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang.”

Begitu juga hadits Rafi’ah binti Malik ra ketika suaminya terbunuh, ia minta izin kepada Nabi saw untuk pulang ke rumah orangtuanya, namun beliau saw bersabda, ”Tinggallah di rumahmu, hingga engkau menyelesaikan masa iddahmu.” Rafi’ah kemudian menjalani masa iddahnya selama empat bulan sepuluh hari di rumah yang dulu ia tempati bersama suaminya. Pandangan ini diikuti oleh Utsman, Umar, Ibnu Umar dan Ibnu Mas’ud.

Para ulama yang lain seperti Jabir bin Zaid, Hasan Bashri dan Atha’ berpendapat bahwa wanita yang ditinggal mati suaminya dapat menjalani iddah di mana saja termasuk di rumah orangtuanya. Apalagi jika itu dapat memberikan ketenangan bagi dirinya dan kekhawatiran akan mengalami stres apabila masih di rumah suaminya. Jadi tidak mengapa sang istri tinggal bersama keluarganya, di rumah orangtuanya, untuk menghindari dampak yang lebih berat lagi, seperti stres.

Jadi, semua itu kembali lagi pada diri kita sendiri, tergantung kita mau meyakini dan mengambil hukum yang mana. Dan setelah itu bertakwalah kepada Allah. Wallahua’lam bish showab. []

Sumber: Ummionline

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline