Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Hey Suami, Bercandalah dengan Istrimu!

0

Dari Atha bin Rabbah r.a.: Aku melihat Jabir bin Abdullah dan Jabir bin Umair Al Anshari sedang bercanda dengan berlempar-lemparan. Kemudian, salah seorang dari mereka berkata kepada temannya, “Aku pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda, ‘Setiap orang yang melakukan sesuatu yang tidak ada zikir kepada Allah di dalamnya dinilai sebagai orang yang bermain-main dan melakukan kesia-siaan, kecuali empat orang, yaitu suami-istri yang bersenda gurau, seorang yang merawat kudanya (atau kendaraan yang digunakan untuk bejihad atu berbuat kebaikan-peny), seseorang yang berjalan diatas dua tujuan, dan seseorang yang megajari berenang (olah raga untuk kesehatan tubuh-peny.).”

Hadis ini menjelaskan keutamaan istri dan suami dalam bersenda gurau dan bercanda. Ketahuilah bahwa, senda gurau dan canda tawa yang dilakukan suami istri tidak termasuk perbuatan yang sia-sia (lahw), bahkan ia dinilai ibadah kepada Allah Swt.

Senda gurau juga dapat menumbuhkan rasa saling percaya suami istri serta meningkatkan rasa cinta dan kasih sayang diantara keduanya.

Rasulullah adalah contoh terbaik untuk diteladani para suami. Beliau meskipun sibuk mengurusi kepentingan umat, kala di dalam rumah bersama istri beliau tampil sebagai sosok yang romantis dan sangat lemah lembut terhadap istrinya.

Bahkan beliau menyempatkan waktu bercanda bersama istri, tentu dengan candaan yang tetap penuh adab, kesopanan dan keluhuran akhlak. Sebuah hadits hasan yang diriwayatkan oleh Thabrani menyebutkan bahwa Rasulullah adalah orang yang paling banyak bergurau bersama istri-istrinya.

“Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam adalah orang yang paling banyak bergurau bersama istri-istri beliau.”

Artinya, kala di rumah Nabi tidak sibuk dengan urusan apa pun selain membahagiakan istrinya. Bercanda atau bergurau adalah satu cara ampuh yang digunakan Nabi untuk membahagiakan dan menenangkan hati istrinya.

Suatu saat Aisyah berkata, “Suatu hari Saudah mengunjungi kami, dan Rasulullah duduk di antara diriku dan Saudah. Sedangkan satu kaki beliau berada di pangkuanku dan satunya berada di pangkuan Saudah.

Maka kubawakan untuknya makanan (yang terbuat dari bahan tepung dan air susu) lalu kukatakan, “(Demi Allah), makanlah atau aku akan megotori wajahmu.” Dia lalu menolak dengan berkata, “Aku tak akan mencicipinya.”

Lalu, kuambil makanan dari mangkuk yang besar dan kulumurkan ke wajahnya. Nabi Shallallahu alayhi Wasallam tertawa. Lalu beliau mengangkat kaki belaiu dari pangkuan Saudah, agar ia bisa membalasku. Beliau berkata kepada Saudah, “Kotorilah mukanya!” Lalu dia mengambil makanan dari mangkuk besar dan melumurkannya ke mukaku, dan Rasulullah tertawa.” (HR: An-Nasa’i). []

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline