Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Cinta yang Tulus Itu Seperti Apa?

0

Bila berbicara soal cinta, seolah tak pernah habis kata. Mulai dari anak-anak hingga orang tua kata cinta senantiasa menjadi kata yang seolah istimewa dibanding kata lainnya. Namun, dari sinilah ada kesalahan makna arti cinta. Seolah cinta hanya membahas hubungan wanita dan laki-laki yang memiliki rasa yang sama. Sehingga tak salah bila dari hal itu banyak yang terjerumus pada lubang dosa dan maksiat dan mereka mengatakan itu cinta. Tapi seperti itukah cinta yang tulus itu?

Banyak para lelaki ataupun wanita yang mengatakan dengan pasangan mereka, “Aku cinta kamu dengan tulus.” Tetapi ujung-ujungnya berkhalwat, berdua-duaan, minta selalu ketemu dan jalan berduaan. Banyak yang bilang “Aku tulus mencintaimu”, tetapi ujung-ujungnya minta ini dan itu. Tidak mudah mendefinisikan cinta yang tulus. Dan tidak mudah pula menerapkannya dalam hati. Cinta yang tulus akan terpancar dari hati yang bersih dan suci. Dan hati yang bersih dan suci akan terpancar dari perbuatan-perbuatan yang diridhai.

Bisa disimpulkan bahwa cinta yang tulus adalah cinta yang dilandaskan untuk beribadah kepada Allah, cinta yang selalu mengarahkan pada kebaikan dan kemustagiman menuju ridha Allah. Cinta tak hanya terungkap di bibir, karena yang mampu mengungkapkannya hanyalah hati. la tidak diungkapkan melalui bibir, namun diungkapkan melalui perbuatan dan doa yang ditujukan kepada pasangannya.

Sebuah cinta yang tulus tidak akan mudah retak, tidak akan mudah terombang-ambing oleh masalah, tidak akan redup karena kehadiran orang ketiga. Cinta yang tulus selalu memberi tanpa mengharap balasan, bagai angin, sinar surya, bulan, dan air yang memberi kehidupan pada semua tanpa pamrih atau balasan. Semua ini mereka (angin, surya, bulan, air, dan lainnya) lakukan tulus tanpa pamrih karena mereka sadar bahwa hanya ini yang dapat mereka lakukan untuk mengungkapkan cinta kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Semua dilakukan karena Allah.

Begitu juga manusia. Cinta yang dilandaskan dan didasarkan karena Allah Ta’ala adalah setulus-tulusnya cinta, seindah-indahnya karunia, seenak-enaknya rasa, dan sekuat-kuatnya iman.

Sehingga dari sini perlu diambil hikmahnya, terutama untuk para muslimah. Bahwa, tak perlu terbuai dengan laki-laki yang bukan mahram yang mengatakan cinta. Karena bisa jadi itu hanya buaian syetan semata untuk menjerumuskan anak cucu adam menuju kemaksiatan. Karena wanita didatangi melalui wali. Bukan melalui rayuan tak berarti. Sejatinya wanita itu berharga bahkan sebagai perhiasan dunia. Rasanya tak pantas apabila keindahannya dirusak hanya dengan mengatasnamakan cinta. []

Referensi: Madrasah Cinta/ Ayu Nesia/ Citra Media Pustaka/ Yogyakarta, 2015

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline