Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Menjadi Pengantin Setiap Hari

0
Menjadi pengantin tentunya merupakan saat yang ditunggu-tunggu dan paling mendebarkan. Gelora perasaan tidak bisa lagi digambarkan oleh seribu kata dan tidak bisa diungkapkan dengan sejuta bahasa. Itulah kodrat manusia yang diciptakan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dengan berpasang-pasangan. Pertemuan fitrah ini memiliki berjuta makna, menyimpan aneka harapan dan cita-cita. Apalagi ketika mahligai itu dibangun dengan peraturan Maha Pemilik Cinta, maka rona istana itu menjadikan suami bak raja dan istri bak putri jelita.
Namun, kondisi seperti ini seringkali tidak bertahan lama, istilah “raja sehari” yang disematkan kepada pasangan yang baru menikah menyebabkan rasa dan romantika itu hanya berjalan satu hari atau dua hari. Memang ada saat di mana kita mungkin akan merasakan bosan jika telah lama menikah, namun hal itu tentunya bukan merupakan hal yang tepat untuk menyudahi pernikahan.
Di sinilah kita dapat mengetahui bagaimana indahnya Islam dalam menyatukan dua insan yang berbeda, pernikahan yang tanpa dimulai dengan jalan kotor (pacaran, zina.). Selain merupakan zina dan dosa, hubungan sebelum pernikahan pun tentunya berdampak pada rasa bosan.
Mungkin kita bertanya, bagaimana supaya menjadi pengantin seumur hidup? Pasangan kita adalah anugerah terindah dari Sang Pencipta. Anugerah ini harus disikapi dengan bijak dan penuh hikmah. Untuk menimbulkan perasaan ini maka hal  pertama yang harus dilakukan ialah menganggap pasangan kita selalu baru. Seperti halnya kita sangat gembira di awal-awal pernikahan, melakukan hal baru bersama pasangan di setiap harinya, maka senantiasalah menganggap pasangan kita baru, seolah-olah baru dipertemukan. Sehingga tidak mengurangi cinta pertama, bahkan seiring dengan bertambahnya waktu cinta itu terus bertambah dan berkembang.
Dan itu semua belum cukup jika tidak membumbui rumah tangga dengan nilai-nilai Islam. Sudahkah kita mencintai pasangan kita karena Allah? Sudahkah kita pergi kajian bersama? Sudahkah meluangkan waktu bersama secara terkonsep dan terjadwal? Jika sudah, maka in syaa Allah harapan untuk mencapai pengantin seumur hidup akan mudah terwujud. Syaikh muhammad al-Ghazali, seorang pemikir Mesir dalam bukunya Jaddid Hayatak menekankan spirit memperbaharui hidup, secara implisit dapat difahami termasuk memperharui romantika cinta dalam rumah tangga.
Rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memberikan pesan bahwa: “Berwasiatlah terhadap wanita dengan kebaikan”. (HR. Muslim).
Pesan singkat ini mengisyaratkan kepada para suami untuk mengucapkan kata-kata romantis, menggairahkan dan memberi semangat. Sehingga kodrat istri diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok bisa menjadi lurus. Sikap sebaliknya secara otomatis lahir, ketika istri merasa gembira dan senang dengan sikap suami, maka diapun akan membalas dengan sinyal positif yang sama. Harapan kita untuk menjadi pengantin seumur hidup in syaa Allah akan terasa. []
Sumber: ummionline

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy

Maaf Ukhti Antum Offline