Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Jatuh Cinta tapi Belum Siap Nikah? Coba Lakukan Hal Ini!

0

Oleh: Erna Iriani

Cinta adalah fitrah dari Allah subhanaahu wa ta’ala untuk hamba-Nya. Setiap orang pasti pernah merasakan tertarik kepada lawan jenisnya. Rasa yang tibul itu memang sebuah rasa yang datang dari Allah. Namun, perlu kita ingat bahwa Islam telah mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan.

Sekalipun rasa jatuh cinta itu fitrah, namun manusia tidak bisa berbuat semena berbuat. Karena, Islam telah atur interaksi itu. Jalan yang harus ditempuh agar bisa bersama dengan orang yang dicinta adalah melalui jalur pernikahan. Namun, bagaimana dengan perasaan yang timbul tetapi belum siap untuk membina rumah tangga?

1. berdoa kepada Allah

Sesungguhnya Allah yang Maha membolak-balik hati. Jadi, baiknya apabila belum siap untuk menikah sedangkan rasa itu sudah muncul, maka minta sama Allah, agar Allah memanage hati kita. Karena rasa itu dari Allah maka kembalikan kepada Allah.

2. Puasa

Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam,

يا معشر الشباب من اسطاع منكم الباءة فاليتزوج فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج ومن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء

“Wahai sekalian para pemuda, barang siapa di antara kalian telah mampu untuk menikah maka hendaknya ia menikah, karena menikah dapat lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barang siapa yang belum mampu menikah maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah penjaga baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka pada hadits ini Rasulullah memerintahkan bagi orang yang telah kuat syahwatnya akan tetapi belum mampu untuk menikah maka hendaknya ia berpuasa, karena puasa dapat menjadi pemutus syahwat ini, karena puasa menahan kuatnya anggota badan hingga badan bisa terkontrol menenangkan seluruh anggota badan serta seluruh kekuatan yang buruk bisa di tahan hingga dapat melakukan ketaatan dan di belenggu dengan kendali puasa.

3. Sibukkan diri dengan ilmu

Menikah tidak hanya persoalan romantisme tidak hanya sebatas persoalan dari yang haram menjadi halal. Sehingga dalam menikah itu perlu ilmu. Dalam penantian dan juga dalam mempersiapkan itu tidak hanya sebatas mental saja namun juga ilmunya harus dipersiapkan.

Menikah itu diibaratkan mengarungi samudra yang luas yang seketika bisa datang badai besar. Nahkoda yang seperti apa yang bisa mengendalikan kapal disaat badai besar itu datang? Pastinya nahkoda yang memiliki ilmunya, yang telah mempelajari tata cara menjalankan kapal. Bukan nahkoda yang asal-asalan.

4. Giat cari rezeki

Masalah rezeki itu penting. Kenapa? Karena menikah perlu dana. Ngurus surat-menyurat ke kantor urusan agama perlu dana, mau walimahan baik mewah ataupun sederhana tetap perlu dana, bahkan setelah menikah mau tetap tinggal dengan orang tua, mau cari rumah ataupun kontrakan tetap harus pakai dana. Sekalipun Allah jamin rezeki seseorang setelah menikah tapi tetap harus berusaha.

5. Hal biasa hadapi dengan biasa

Ketika ditanya kapan nikah? coba jawab biasa saja dan minta doa dari mereka, jangan anggap pertanyaan itu begitu istimewa. Kenapa? karena mereka pun bertanya kepada temannya yang lain. Jadi, apabila teman dekat ataupun teman lainnya bertanya hal-hal yang berkaitan dengan menikah, maka jawab biasa saja dan hadapi dengan biasa karena itupun hal yang biasa. []

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy

Maaf Ukhti Antum Offline