Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Bun, Rangkul Anak untuk Move On

0

Perlu diketahui, tak hanya orang dewasa saja mengalami berbagai macam masalah dalam kehidupannya. Seorang anak pun bisa mendapati saat-saat terburuk, tidak nyaman atau bahkan merasa stress dengan apa yang dialaminya. Pada saat-saat seperti ini, dukungan orang tua berperan sangat penting untuk menegakkan kembali semangat anak yang mulai rapuh, rasa percaya diri dan kembali move on untuk menghadapi kedepan dengan lebih tegar.

Namun sayangnya, banyak orang tua kurang peduli saat anak dililit masalah. Terkadang, justru orang tua membiarkan anak untuk menyelesaikan sendiri, mengambang, atau bahkan memarahi anak karena masalahnya membuat repot dirinya juga. Lalu, anak harus mengadu dan minta nasihat kepada siapa? anak remaja sangat rentan untuk mengikuti arus. Jika orang tua tidak hati-hati mengarahkan anak, risiko yang diterima anak bisa dua kali lipat lebih sulit disangga olehnya. Masalah yang sebenarnya bisa dengan lebih mudah diurai, malah bisa jadi lebih ruwet, ujung-ujungnya anak menjadi depresi, merasa tidak ada jalan keluar yang terbaik mengatasi hal itu, apalagi orang tua atau orang terdekatnya mulai menyalahkan.

Bismillah, shalihah harus segera bergerak untuk membantu anak agar bisa move on. Ada beberapa kiat untuk mendampingi anak, agar anak bisa segera move on atau kembali lagi seperti sedia kala saat ia tidak didera masalah:

Pertama, saat anak mulai terdiam atau gelisah, Orang tua harus cepat tanggap untuk segera mencari tahu. Dari sini perhatian orangtua kepada anak diuji, apalagi untuk orang tua yang tengah sibuk bekerja, terkadang melewatkan saat anak-anak berperilaku tidak seperti biasa. Hal yang paling mendasar adalah bertanya dengan nada lembut tentang apa yang terjadi padanya. Jika belum mau mengutarakan, beri waktu namun tetap fokus ingin ikut bantu selesaikan masalahnya.

Kedua, yakinkan pada anak, jika kita (orang tua) adalah tempat yang tepat untuk selesaikan masalah. Terkadang anak perlu diyakinkan jika memang kita bukan hanya sekedar kepo, tapi memang bisa bantu selesaikan masalahnya. Paling tidak menyakinkan jika kita bisa jaga rahasia anak, jika ia memang memerlukan kerahasiaan itu.

Yakinkan pada anak, jika kita ada disamping dan bersama anak, tidak meninggalkan saat ia terpuruk dan selalu memantau perkembangannya. Pendampingan pada anak bukan hanya sekedar menasehati, namun sampai semisal menanyakan atau mencari bukti pada orang-orang tertentu yang mengarah untuk selesaikan masalah bukan menambah ruwet suasana.

Ketiga, beri rasa nyaman pada anak saat didera masalah. lingkungan rumah dikondusifkan untuk itu, misalnya beri tahu adik atau kakaknya atau orang yang ada dirumah untuk tidak mengganggu dia terlebih dahulu. Anak diberi ruang pada dirinya untuk tenang dan berpikir.

Keempat, Menanamkan pada jiwa anak untuk belajar ikhlas untuk menerima apapun kehendak Allah ‘Azza wa Jalla dan belajar untuk menghadapi masalah bukan menghindarinya. Ini bukan pelajaran sesaat pada anak tentang kehidupan, namun sejak dini harus ditanamkan jika suatu saat kita harus menerima pemberian atau takdir-Nya walau tidak menyenangkan sekalipun. Saya sering menasehati anak mengenai bab kehilangan. Jika hanya sebuah benda, jangan disesali terus menerus. Jika Allah ‘Azza wa Jalla berkehendak untuk tidak kembali barang itu, maka memang harus ikhlas, karena pada dasarnya semua adalah kehendak-Nya.

Demikian shalihah, jangan sepelekan ketika anak mempunyai permasalahan yang dirasa berat. Bantu dia untuk segera move on dengan beberapa kiat diatas. Dan yang terpenting ajari anak untuk belajar ungkapkan permasalahannya pada orangtua sedini mungkin. Semakin ia lebih mudah mengungkapkan permasalahannya, In syaa Allah semakin mudah mengurai masalah tersebut. []

 

Sumber: ummionline

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline