Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Hati Gadis Kecil yang Tercerahkan oleh Islam

0

Betapa banyak pengorbanan yang telah wanita itu lakukan. Umurnya baru menginjak usia remaja namun sudah memiliki kisah yang mungkin sebagian orang belum pernah mengalaminya.

Diceritakan umurnya baru saja tiga belas tahun, namun dia sudah merasa begitu jatuh cinta terhadap Islam. Hal ini terjadi dikarenakan dia adalah gadis non-muslim. Seiring berjalannya waktu semakin banyak yang ia ketahui tentang Islam, ia semakin mempertanyakan kejanggalan tentang keyakinannya.

Di saat lulus SMA, gadis yang katanya anak bungsu ini merasa semakin gelisah. Seperti ada batu di dalam hatinya yang membuatnya merasa tidak nyaman dan gundah.

Sedih berkepanjangan tanpa jalan keluar kerap ia rasakan, pikirannya buntu mencari cara bagaimana agar dirinya berhenti bersedih. Bingung dan bimbang harus berdoa dan meminta pertolongan kepada siapa. Ia tidak bisa mengambil langkah dan tujuan kepada siapa dirinya harus meminta tolong.

Tuhan yang saat itu dipercayai tak membuatnya yakin dapat mengambulkan permintaanya. Sedangkan ia ingin berdoa kepada Allah, tapi ia bukanlah seorang muslim.

Dia merasa dilema, namun berat meninggalkan agama terdahulunya. Tetapi kini ia sadar bahwa Allah dan Islam adalah pilihan yang benar dan tepat. Dia terus menerus mempertanyakan tentang keyakinannya, semakin dirinya terombang-ambing dan kebingungan.

Sungguh Allah sebaik-baiknya pemberi petunjuk. Seakan hari itu ia diingatkan kembali pada cinta dulu. Kecintaannya terhadap Islam telah memberi arah dan jalan keluar. Ternyata selama ini Allah-lah yang ia cari dan ia rindukan.

Hingga dia memberanikan diri kemudian memantapkan niatnya untuk merubah keyakinan. Dengan bantuan teman-temannya, ia dituntun masuk kepada keyakinan barunya yang memang selama ini dicari-cari olehnya. Islam kini menjadi identitas barunya yang mana memang telah menjadi solusi atas segala kegundahan hatinya.

Disaat dia pulang ke rumah, orangtuanya begitu marah besar, kata- kata kasar dan sindiranpun terlontarkan untuk putrinya yang baru saja mualaf itu. Bahkan sampai sempat akan diusir dari rumahnya. Namun, karena kasih sayang orangtua, akhirnya sedikit demi sedikit mereka menerima apa yang telah menjadi keputusan putrinya.

Begitu tegarnya gadis tersebut melewati lika-liku perjalanan hijrahnya, lamanya waktu yang telah ia lewati membuatnya tersadar bahwa Islam-lah yang selama ini ia cari. Ujian yang ia lalui untuk menuju titik ini begitu membuatnya kokoh dan semakin tegar.

Bagaimana ketika ia dicemoohkan, bahkan sampai sempat akan diusir oleh keluarganya sendiri. Namun ternyata karena keikhlasan dan keteguhan hatinya, kini akhirnya keluarga gadis itu pun menerima pilihan putrinya menjadi seorang mualaf. []

Sumber: Renungan Islam
Redaktur: Siti Holilah

Maaf Ukhti Antum Offline