Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ciri-ciri Sahabat Sejati, Sudahkah Temukan yang Seperti Ini?

0

Jika hitung-hitungan jumlah teman yang sudah berkenalan dengan kita pastilah akan sangat banyak jumlahnya, dimulai dari kita TK hingga kita lulus Perguruan Tinggi, mungkin sudah ada ratusan teman yang kita kenal.

Namun, ternyata ada dua jenis teman dalam kehidupan yaitu teman sejati dan teman imitasi. Jadi, diantara temanmu, pasti ada yang termasuk teman sejati dan adapula yang imitasi.

Lantas seperti apa sih ciri-ciri teman sejati itu?

1. Mengenal Sosok Dirimu

Teman imitasi itu, yang meski sering berdua jalan, bareng-bareng makan, tetap pede menyuguhi kamu sayur asem sambal jengkol. Padahal sudah tahu kamu sama sekali tidak suka sama jengkol. Apalagi, saat ditanya, ia bilang tidak tahu, dengan polosnya.

Harusnya kalau dia teman sejatimu, dia sudah tahu luar dalammu, kesukaan dan kebencianmu. Mengerti saat kamu sensi atau happy, hanya dari perubahan sikapmu, tanpa perlu mengatakan apa yang kamu rasakan.

2. Bagus Bilang Bagus, Jelek Bilang Jelek

Kamu tampil dengan gaya pakaian terbaru yang menurutmu bukanlah dirimu yang sebenarnya. Tapi temanmu bilang oke banget lantaran tak mau mengecewakanmu. Atau, ketika kamu coba resep cake terkini dan hasilnya ternyata kurang sempurna.

Eh, temanmu komentar itu cake enaknya nggak kira-kira. Ah, itu sih ciri teman yang cuma menyenangkan hatimu saja. Seharusnya teman sejati itu yang jujur menilaimu apa adanya. Bagus atau jelek bakal terus terang. Dan, dia ikhlas menyumbangkan saran dan kritikan untuk kemajuanmu di masa mendatang.

3. Datang Saat Duka Membayang

Ada teman yang hanya datang saat kita sedang senang. Bertandang waktu kita lagi banyak uang. Mendekat kala kita sedang ada di kondisi yang tepat. Dan, tampak pada waktu kita ada di posisi puncak. Itu imitasi!

Seharusnya, jika dia teman sejati, justru muncul ketika hati kita sedang masygul. Hadir menghibur hati yang sedang getir. Membantu kala kondisi kita benar-benar sudah buntu. Mengulurkan tangannya hingga kita merasa tak sendirian saja. Teman sejati itu, saat kecewamu tiba, ia datang meringankannya. Dan, saat kamu jatuh terpuruk, akan menghiburmu hingga kamu tak merasa buruk.

4. Beda Itu Sah-Sah Saja

Ada teman yang kalau kamu ajak makan mie ayam, bilang suka juga mie ayam. Kamu suka warna biru, nimbrung juga biru warna favoritnya. Saat kamu hobi merajut, buru-buru komentar itu juga favoritnya. Ujung-ujungnya kamu jadi bingung apa sebenarnya yang jadi kesukaan si teman. Sepertinya dia hanya menampilkan sisi yang sama denganmu.

Hingga kamu tidak pernah tahu sisi aslinya. Teman sejati, semestinya, menganggap beda itu hal biasa. Sah-sah saja jika kamu suka sambal terasi sementara dia lebih senang sambal kweni. Boleh saja, kalau kamu lebih pilih menjahit dan dia lebih senang memasak. Toh, meski tak sama, kalian bisa saling mendukung satu dengan yang lainnya. Karena perbedaan itu sah dan indah.

Nah, ukhti sekarang kamu bisa nilai sendiri, mana temanmu yang sejati dan mana yang imitasi. Meski demikian, tetaplah berteman dengan keduanya. Asalkan teman itu bisa membawamu ke arah kebaikan jangan bedakan! Ingat, kalian bertemu bukan karena kebetulan tapi karena Allah telah mentakdirkan. []

Loading...

Sumber: Ummionline

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline