Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Yang Berat Itu Istiqamah Bukan Rindu, Ingatlah!

0

Dalam menjalankan amal kebaikan, yang terberat itu adalah menjaga istiqamah. Memulai suatu kebaikan itu juga berat namun menjaga agar apa yang sudah dimulai tetap istiqamah tentunya lebih berat lagi.

Bagi yang belum terbiasa mengerjakan shalat fardhu berjamaah dimasjid, untuk memulainya sangatlah berat. Namun menjaga istiqamah dari apa yang sudah dimulai, yakni shalat fardhu berjamaah dimasjid tentunya lebih berat lagi.

Bangun di sepertiga malam lalu mengerjakan shalat tahajud, memulainya tentu saja tidaklah ringan. Namun lebih tidak ringan lagi adalah menjaga agar bangun disepertiga malam lalu mengerjakan shalat tahajudnya tetap istiqomah.

Sama juga ketika kita menjalankan ibadah puasa. Menjaga mulut, mata, hidung, telinga, tangan, kaki dan hati agar tidak melakukan maksiat kepada Allah, itu beratnya minta ampun. Namun lebih berat lagi adalah tetap istiqomah menjaga mulut, mata, telinga, hidung, tangan kaki dan hati agar tidak maksiat meskipun bulan sudah tidak lagi Ramadhan.

Untuk memulai suatu kebaikan,setelah ilmu dibutuhkan kemauan yang kuat untuk menjalankan. Sedangkan agar tetap istiqamah di jalan kebaikan di samping ilmu dan kemauan dibutuhkan kesabaran dalam menjalankan kebaikan tersebut.

Karena, pastilah setiap orang yang menempuh jalan kebaikan tidak dapat dihindari adanya godaan yang merintangi jalan yang dilaluinya. Nah, tidak adanya kesabaran inilah yang kerap menjadikan para penempuh jalan kebenaran tanggal istiqomahnya dan akhirnya banting setir belok haluan.

Karena itulah ketika Rasulullah ditanya, “Wahai Rasulullah, katakan kepadaku suatu perkataan tentang Islam, yang tidak mungkin aku tanyakan kepada siapa pun selain kepadamu.”

Rasulullah menjawab, “Katakan : ‘Aku beriman kepada Allah, lalu istiqamahlah’,” (HR. Muslim).

Wallahu a’lam bish-shawab. []

Sumber: Jalan Dakwah



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline