Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Stimulus Kecerdasan Terbaik untuk Bayi dalam Kandungan

0

Tahukah kita bahwa indera pendengaran janin dalam rahim seorang ibu mulai berkembang sejak usia kehamilan 8 minggu atau sekitar 2 bulan.  Kemudian janin sudah mampu mendengar dan merespon dengan baik di usia kehamilan 6 bulan. Sejak dalam kandungan inilah kita dapat memberikan stimulus untuk kecerdasaan anak. Dan stimulus yang terbaik untuk kecerdasan bayi dalam kandungan adalah memperdengarkan Alquran.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Nya dan Dia menciptakan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur).” (QS. As-Sajdah: 9)

Salah satu stimulus kecerdasan awal manusia adalah apa yang dia lihat dan apa yang dia dengar. Setiap stimulus suara dan penglihatan merupakan jendela awal mahluk hidup untuk mengetahui hal baru.  Maka, jika kita ingin memaksimalkan kecerdasan anak sejak awal, tidak perlu menunggu sampai anak kita lahir. Stimulus dapat dilakukan sejak organ telinganya berkembang dan berfungsi dengan baik. Memberikan stimulus sejak dalam kandungan sejak pendengarannya mulai berkembang merupakan bentuk ikhtiar kita dalam memberikan pendidikan yang terbaik sebagaimana firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang mana bahan bakarnya adalah manusia dan batu…” (QS. At-Tahrim: 6)

Alquran adalah mukjizat yang luar biasa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Mendengarkan suara Alquran pada janin dalam kandungan sejak organ pendengarannya berkembang dan berfungsi dengan baik dapat menstimulus kecerdasannya. Kenapa? Karena alunan Alquran yang dibaca dengan tartil dan sesuai dengan tajwidnya memiliki frekuensi dan gelombang yang mampu mempengaruhi otak secara positif.

Suara Alquran yang diperdengarkan kepada janin juga dapat mengurangi tingkat stres pada ibu dan janin. Pada saaat mengandung ibu dan bayi terhubung secara fisiologis memalui tali pusat (plasenta). Saat ibu stress maka hormon kortisol (sebagai hormon kecemasan) akan diproduksi, secara tidak langsung akan masuk ke dalam plasenta dan menyebabkan janin juga mengalami stres. Begitu pun sebaliknya ketika ibu dalam kondisi tenang dan rileks, maka hormon kortisol akan sedikit di produksi sehingga meminimalisir stres pada ibu dan bayi. Inilah mengapa dikatakan ibu hamil harus bahagia.

Seorang ilmuan Enrick Willian Duve pada tahun 1839 menyatakan bahwa gelombang suara rendah memiliki efek positif untuk seluruh sel tubuh manusia khususnya sel otak. Gelombang suara tersebut bernama gelombang alpha.

Yuk, ibu hamil kita lebih sering lagi memperdengarkan Alquran pada janin. []

Sumber: Tau Gak Sih Islam itu Sehat? Dr. Faza Khilwan Amna, MMR., dr. Hendri Okarisman, Aqwamedika

 

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline