Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Jima’ Tak Harus Malam Hari

0

Sebagian pasangan suami istri lebih dominan menjalankan aktivitas ranjangnya di malam hari. Maklum, malam hari memang sudah dianggap sebagai waktu dimana semua aktivitas rumah selesai dan terlebih lagi anak-anak sudah tidur. Hehehe

Padahal, jima di pagi hari ataupun siang hari menyimpan keberkahan yang banyak luar biasa, apalagi di hari Jum’at.

Ibnu Qayyim pernah mengatakan, “Maka dari itu Allah melebihkan jima’ pada siang hari daripada jima’ pada malam hari, karena alasan yang sifatnya naluri, yaitu karena biasanya indera menjadi pasif pada malam hari dan menuntut untuk diistirahatkan.”

Melakukan hubungan jima di malam hari memang dianggap lebih menenangkan, karena biasanya setelah aktifitas tersebut pasutri akan lebih nyenyak untuk beristirahat. Namun sebenarnya tak ada ruginya mencoba menjalani kebiasaan baru. Suami-istri bisa mencoba mencari waktu yang lain, misalnya berhubungan intim di pagi hari atau siang hari yang menggairahkan.

Anda dan pasangan bisa mendapatkan pengalaman berjima’ yang menyenangkan saat pagi atau siang jari, saat liburan, akhir pekan atau bahkan mencuri waktu di sela makan siang.

Tetapi sebagian ulama berpendapat lain. Jima’ sebaik-nya dilakukan pada malam hari, apalagi bagi pengantin yang baru pertama kali melakukan “tugas sakralnya”. Lepas dari itu tidak ada batasan kapan suami-istri melakukan jima’, kecuali larangan berjima’ di siang hari pada bulan Ramadhan. Petunjuk-petunjuk dari As-Sunnah lebih menekankan pemenuhan segera ketika suami bangkit nafsu syahwatnya, serta tidak cepat-cepat menyudahi agar istri juga bisa ikut merasakan kenikmatan hubungan intim. Wallahu a’lam. []

 

Sumber: rumahkeluargaindonesia

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline