Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Jika Menjadi Single Parent (Bagian 1)

0

Sahabat Muslimah, dengan satu dan banyak sebab, bisa saja di antara kita menjadi orang tua tunggal. Ditinggal meninggal oleh suami misalnya. Atau juga misalnya karena bercerai. Terlepas dari penyebabnya, sosok single parent sering di ibaratkan bagaikan burung tanpa sayap, atau kehilangan satu sayap, yang tidak akan bisa terbang tinggi karena memiliki keterbatasan dan kekurangan dengan kesendiriannya, dan para wanita yang menjadi single parent terutama yang masih muda, cantik, pandai, dan tajir.

Sering menjadi bahan gunjingan dan menjadi boomerang atau fitnah untuk lingkungan sekitarnya maupun untuk single parentnya sendiri. Juga mendapatkan predikat kurang baik (negatif) dalam opini masyarakat pada umumnya. Seolah-olah predikat single parent terutama akibat perceraian adalah predikat yang tabu dan buruk. Benarkah demikian?

Siapa pun tentu tidak akan pernah mau menjadi single parent. Fitrah kita sebagai manusia membutuhkan pasangan hidup dan pasti akan memilih untuk memiliki rumah tangga yang utuh, langgeng, sakinah mawadah warahmah, panjang jodoh dan panjang umur sampe kakek nenek.

Sebagai muslim tak ada kamus putus asa dalam hidup kita, karena kita memiliki Alloh yang maha segala. Tetaplah berkhusnudzon kepada Alloh, selalu optimis, tegar dan berjiwa besar. Karena Alloh tidak akan membebani hambanya dengan ujian kehidupan diluar kemampuan hambanya. Yakinlah! Alloh sedang merajut kehidupan yang lebih baik untuk kita.

“ Sungguh Allah tidak akan membebani hambanya di luar kemampuannya,” (Al-Bagarah: 208)

Sekalipun harus sendiri dan mandiri dalam mengarungi samudera kehidupan ini, La tahzan Alloh Ma ana, jangan pernah bersedih dengan kesendirian, jangan pernah meratapi keadaan. Karena predikat baik buruk dimata Alloh bukanlah dari status kita, tapi dari ketaqwaan kita. Cukup Alloh sebagai satu-satunya tempat bersandar, tempat menggantungkan sepenuhnya diri, hidup dan kehidupan kita. Yakinlah dengan bertawakal kepada Alloh, maka Alloh yang akan mencukupi seluruh kekurangan dan kebutuhan kita.

“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad (azzam), maka bertawakalah kepada Allah”. (Qs.Ali –Imron ; 159)

“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (Qs. At-Thalaq; 3 )

Jadi, jangan pernah berkecil hati dengan status single parent, karena sebenarnya dalam menjalani kehidupan ini, baik bersama pendamping hidup ataupun tidak (single parent) yang harus ada dalam diri kita adalah pola pikir (mind set) dan pola sikap yang benar selaras dengan agama kita. Semua realita kehidupan akan terasa indah menyenangkan atau tidak tergantung pada cara kita menyikapinya, kita adalah apa yang kita pikirkan “you are what you think”. Coba kita tafakuri salah satu ungkapan berikut ini, Nasihat Ali bin Abi-Tholib;

“Bukanlah kesulitan yang membuat kita takut, tapi ketakutan yang membuat kita sulit, karena itu jangan pernah mencoba untuk menyerah dan jangan menyerah untuk mencoba, maka jangan katakan pada Allah SWT, aku punya masalah, tapi katakan pada masalah aku punya Allah yang maha segalanya.”

“Aku tergantung prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Apabila ia berprasangka baik kepada-Ku, maka kebaikan baginya, dan bila berprasangka buruk maka keburukan baginya,” (HR. Ahmad dengan sanad hasan dan ibnu hibban dalam kitab Shahih-nya).

BERSAMBUNG

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Maaf Ukhti Antum Offline