Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Para Istri Janganlah Memberatkan Beban Suami

0

Seorang istri shalihah harus ridha dengan pembagian rizqi yang diberikan Allah Ta’ala. Tidak menggugat atau mengeluh sama sekali. Termasuk dalam nafkah dan uang belanja janganlah memberatkan beban suami di luar kemampuannya.

“Hendaklah orang yang mampu memberikan nafkah sesuai kemampuannya dan orang yang disempitkan rizqinya hendaklah memberikan nafkah sesuai dengan rizqi yang Allah berikan kepadanya. Allah tidak akan memaksa seseorang di luar kemampuan yang telah Dia berikan kepadanya. Allah akan mendatangkan kemudahan setelah kesulitan.” (QS. 65 : 7)

Dalam ayat ini Allah Ta’ala telah menegaskan bahwa setiap suami bertanggung jawab memberi nafkah istri sesuai dengan kemampuannya.

Tabiat dasar manusia adalah tamak, sebagaimana Rasulullah Shailailahu `alayhi wa sallam gambarkan, “Jika anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya dia akan mencari lembah yang ketiga. Mata anak Adam tidak akan pernah puas, kecuali ia mati.” (Muttafaq `alaihi)

Tabiat ini harus dikendalikan oleh keimanan dan keshalihan. Karena itulah istri shalihah harus mampu meredam gejolak keduniaan yang dimilikinya dengan mendalami nilai-nilai agama, bukan menurutinya. Jika tidak, dia akan terus menuntut suaminya untuk memenuhi semua keinginannya.

Istri shalihah berupaya memberikan semangat kepada suami agar bekerja keras sehingga dapat meningkatkan penghasilan secara halal dan memperbaiki kesejahteraan keluarganya. Bantulah suami dalam doa, kalau perlu melakukan kegiatan di rumah yang dapat menghasilkan uang dengan usaha produktif. Atau setidaknya mengerem berbagai selera belanja dan mengambil skala prioritas dalam pemenuhan kebutuhan keluarga. []

Sumber: Majalah Aulia

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Maaf Ukhti Antum Offline