Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Kiat Menghindari Penipuan dalam Bisnis Online

0

Berbelanja online ataupun menjadi penjual online sekarang ini sudah menjadi hal yang lazim. Meski diketahui berbelanja ataupun berjualan online lebih hemat dan memliki sedikit resiko, tetapi sangat rentan terhadap penipuan.

Teknologi yang semakin canggih dan internet yang semakin terjangkau bagi masyarakat membuka banyak pintu untuk menjalani bisnis online. Jual-beli kini semakin mudah dilakukan. Tak perlu jauh-jauh ke pasar atau supermarket dan berdesak-desakan, apalagi menghadapi antrian mengular di kasir saat awal bulan. Tinggal buka gadget atau PC, klik-klik, dan beres. Tunggu barang diantar sampai ke rumah. Tak ada uang cash, transfer pun jadi; atau sebaliknya.

Berikut ini adalah kiat-kiat untuk menghindari dari penipuan dalam bisnis online yang disarikan dari laman ummiummi.com.

Pertanyaan yang paling sering di terima adalah, “Tidak takut kena tipu?”

Yap, penipuan dalam bisnis online memang salah satu momok terbesar, baik itu sebagai buyer maupun seller. Tapi, memang itu risikonya jual-beli online. Karenanya, kita harus ekstra hati-hati dan meningkatkan kewaspadaan.

1. Sebagai buyer (pembeli)

Pilih toko online yang sudah terpercaya. Ada ratusan bahkan ribuan toko online tersebar di jagat maya. Yang mana online-shop asli dan mana yang palsu, kadang agak susah dibedakan. Coba lakukan riset kecil-kecilan. Misalnya, dengan mencari testimoni dari pembeli lain yang sudah pernah belanja di toko online yang sedang Anda incar. Periksa nomor teleponnya dan coba hubungi. Beberapa lapak online akan memasang widget “Polisi Online”; kalau widget ini terverifikasi, insya Allah aman. Situs belanja semacam Tokopedia dan Lazada pun juga relatif aman, karena mereka memiliki sistem untuk melindungi customer (pelanggan) dari penipuan.

Teliti sebelum membeli. Biasanya toko online akan menyediakan deskripsi tentang produk yang dijualnya. Nah, sebelum membeli, baca dulu keterangannya baik-baik. Kalau ada yang kurang jelas, hubungi penjual.

Gunakan insting dan berusahalah lebih peka. Penjual palsu biasanya menunjukkan gelagat yang mencurigakan sejak awal. Misalnya, bahasanya terlalu dibuat-buat sok ramah atau muluk-muluk, memaksa dan mengejar-ngejar kita untuk segera transfer, nama penjual dengan nama pemilik rekening tidak sama atau beberapa rekening dengan nama yang berbeda-beda, menggunakan foto palsu alias bukan foto asli miliknya sendiri, serta alamatnya tidak jelas.

Jangan gampang tergoda dengan harga yang lebih murah. Banyak modus penipuan dengan iming-iming harga murah, bahkan sangat tidak wajar untuk barang tertentu. Kalau sudah tidak wajar harganya, lebih baik tinggalkan.

Mintalah nomor resi pengiriman dari penjual. Dengan nomor resi itu, Anda bisa melacak barang yang sudah Anda beli.

2. Sebagai seller (penjual)

Waspada terhadap pembeli yang aneh. Pembeli yang aneh biasanya tidak menanyakan hal-hal umum yang ditanyakan saat belanja online. Misalnya, ia belum mengetahui kriteria barang atau stok barang, tapi langsung pesan dalam jumlah besar serta berlagak akan membayar tunai. Pembeli yang aneh biasanya juga “mengejar-ngejar” kita untuk segera mengirimkan barang.

Gunakan fasilitas internet banking atau sms banking untuk mengecek transaksi Anda. Banyak pembeli penipu yang mengaku-ngaku sudah mentransfer sejumlah uang, bahkan tidak jarang memberikan bukti transfer yang sekilas nampak asli. Jadi, sebelum Anda mengirimkan barangnya, cek dulu apakah uang yang ditransfer sudah masuk atau belum. Jika belum, jangan kirimkan. Jika pembeli justru menuding Anda menipu, berikan bukti bahwa transferannya belum masuk, misalnya dengan screenshot mutasi rekening Anda.

Simpan resi pengiriman Anda dan cek secara berkala. Tidak jarang pembeli yang menipu akan mengaku barang belum diterimanya sehingga meminta Anda mengirimkan ulang barang pesanannya. Jika hal ini terjadi, segera cek. Biasanya web (situs) pos atau kurir akan menampilkan siapa yang menerima barang tersebut.

Baik sebagai pembeli atau penjual memang tidak lepas dari penipuan. Meski kita ingin menjual produk kita ke sebanyak mungkin orang, berhati-hatilah saat menjual di media sosial. Beberapa oknum menggunakan akun-akun media sosialnya untuk melakukan penipuan. Banyak bertanya saat akan membeli barang, mungkin membuat kesal penjual tetapi sedikitnya kita dapat mengetahui informasi yang detil. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline