Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Cinta Anak Remaja

0

Masa remaja yang dialami oleh setiap pemuda dan pemudi adalah masa-masa sangat bergelora perasaan cinta dan bergejolaknya emosional. Masa remaja adalah masa penuh dengan mimpi-mimpi yang indah, angan-angan yang melayang tinggi dan pandangan-pandangan yang romantis.

Setiap dari keduanya akan selalu berpikir dan selalu ingin mencoba. Dia mulai menulis lagu tentang cinta dan kemudian menghafal lagu tersebut. Seorang pemuda dan pemudi akan selalu tersesat.  Dia membeli buku-buku murah yang di setiap ujungnya tentu terdapat kata-kata cinta yang mendalam dan ungkapan-ungkapan tentang kerinduan dan cinta yang membara. Dia menghafal beberapa ungkapan begitu manis dan membuat perangkapnya sendiri. Apabila di dalam perangkap itu terdapat seorang pemudi, maka dia akan mengatakannya.

Pada masa ini, mata dan pendengaran para pemuda akan selalu terbuka untuk melihat dan mendengarkan nyanyian-nyanyian tentang cinta, cerita-cerita dan film-film percintaan yang disebarluaskan oleh alat-alat yang mendatangkan kehancuran apabial tidak dilandasi dengan ajaran islam. Sehingga, pikiran pemuda akan selalu tersesat dan hatinya selalu terampas. Peralatan-peralatan yang menghancurkan itu mencela dari luar, sedangkan kerinduan kepada lain jenis mendorongnya dari dalam.

Setiap yang terperosok dalam kehidupan akan bernilai rendah (tak ada harganya)

Dan untuk setiap barang yang murah pasti akan laku pada suatu hari

Dari hal inilah muncul cerita-cerita tentang cinta. Dan dari hal inilah tampak gejala-gejala orang yang jatuh cinta, eggan makan, berkhayal, begadang, tidak dapat tidur, berkreasi dan malas menghafal. Sebagaimana diungkapkan oleh Hammad Ar-Riwayah, yaitu ketika ditanya tentang cinta, maka dia menjawab, “Cinta adalah pohon yang akarnya adalah pikiran, getahnya adalah ingatan, cabang-cabangnya adalah bergadang, daun-daunnya adalah kesengsaraan dan buahnya adalah kematian.”

Hidup Qais penuh dengan pengharapan akan datangnya Laila. Tatkala Laila pergi dari sisinya, Qais merasa malam pun menjadi tak mempesona dan cahaya pun tak mampu menghilangkan kegelapan yang ada di sanubarinya. Dan Tatkala Laila menjumpai Qais, maka Laila pun akan senantiasa meletakkan kenikmatannya di atas kedua tangan Qais.

Dari sinilah, dia mulai mengeluarkan kata-kata manis, janji-janji pertemuan, saling menulis surat dan saling bertukar foto. Di sinilah terjadinya awal penyimpangan dan awal berakhirnya suatu masa depan orang yang saling mencintai.

Inilah Cinta  yang dinamakan dengan “cinta anak remaja” atau “cinta anak pelajar”. Dari percintaan ini, seorang pemuda atau pemudi tidak dapat memetik apa-apa kecuali ketercerai-beraian, penyia-nyiaan kemampuan, bergadang, menangis dan selanjutnya penyimpangan atau malas untuk belajar dan penghancuran masa depan di atas perasaan yang gersang. []

Sumber:rumahkeluargaindonesia

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Maaf Ukhti Antum Offline