Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Waspadai Efek Negatif Sering Memberi Anak Hadiah

0

Sean Grover, L.C.S, seorang psikoterapis dan penulis yang telah mengantungi 20 tahun pengalaman bekerja mengenai emosional orang dewasa dan anak-anak, membeberkan tiga efek negatif kebiasaan memberikan kado berlebihan:

Kebiasaan Buruk di Masa Depan

Anak-anak yang terbiasa mendapat hadiah dari orangtua secara berlebihan biasanya mengalami gangguan emosional yang destruktif.

Konsekuensi sosial dan emosional pada anak mengarah pada titik negatif, terutama di masa depan.

Sebuah studi di University of Missouri, menemukan bahwa orang dewasa yang masa kecilnya terbiasa memiliki berbagai hadiah secara berlebihan dari orangtua, terjebak utang kartu kredit, judi, dan konsumtif.

Tidak Percaya Diri

Anak yang terbiasa mendapatkan semua hadiah yang dia inginkan semenjak kecil, tumbuh dengan rasa percaya diri yang rendah dan harga diri minim.

Pasalnya, pemenuhan materi secara berlebihan dari orangtua menciptakan pemikiran materialistis. Anak pun jadi tidak percaya diri ketika mereka tidak terpenuhi secara material.

Kondisi itu bisa mengakibatkan kebiasaan buruk di masa depan, mulai dari kecanduan narkoba, tidak memiliki cita-cita, dan depresi.

Memanipulasi Makna Kebahagiaan Seutuhnya pada Anak

Sebuah riset di Harvard Journal of Happiness menemukan bahwa orang-orang menghargai hadiah yang diberikan oleh orang lain, ketimbang hadiah yang mereka beli sendiri.

Rasa bersyukur dalam hidup akan tumbuh ketika kita merasakan murah hati seseorang, sehingga terinspirasi untuk melakukan hal yang serupa.

Menolong dan memberi pada orang lain menghadirkan rasa puas serta kebahagiaan yang utuh dalam diri.

Nah, membiasakan memberikan hadiah secara berlebihan pada anak hanya akan mengajarkannya padanya bahwa dia patut diberikan, bukan memberikan.

Alhasil, anak pun akan terbiasa dengan minim empati hingga usianya dewasa. []

Sumber

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline