Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Kematangan Saraf Untuk Perkembangan Anak

0

Anak harus diperhatikan dengan benar. Untuk orang tua nih, jangan lupa selain memperhatikan fisik si kecil, kematangan saraf pun harus diperhatiakan ya. Karena perkembangan motorik anak baru bisa berjalan dengan baik bila didukung oleh interaksi antara pertumbuhan otot anak dan kematangan saraf yang sesuai.

Gerakan motorik anak, baik motorik halus maupun kasar, merupakan interaksi antara kuatnya bagian tubuh yang melakukan gerakan tersebut, serta kematangan saraf yang mengkoordinasikan bagian tubuh yang berbeda. Misalnya, saat melakukan gerak motorik halus seperti memasang puzzle, anak tak hanya membutuhkan tangan yang kuat untuk mengambil potongan puzzle, tapi juga koordinasi antara mata dan tangan untuk memasang puzzle tersebut di tempat yang sesuai.

Lalu, apa yang terjadi kalau otot dan tubuh anak telah mencukupi secara fisik untuk melakukan suatu gerak motorik, tapi saraf yang membantu koordinasinya belum cukup matang? Salah satu contoh akibatnya bisa dilihat pada anak yang terlambat berjalan. Kaki dan tulang anak mungkin sudah cukup kuat untuk menopang tubuhnya saat berjalan. Tapi, bila saraf di pusat susunannya belum mampu mengontrol koordinasi gerakan motoriknya, misalnya untuk mengkoordinasikan pergerakan kaki kiri dan kanan untuk maju, maka anak belum akan bisa berjalan.

Saraf yang kurang ‘matang’ pun bisa jadi penyebab masalah lain, seperti anak yang sering ngiler. Masalah kematangan saraf bisa menyebabkan gangguan pada kontrol saraf otot mulut sehingga mulut anak lambat berfungsi dan sulit menelan dan meludah. Akibatnya, air liur yang diproduksi di mulut anak tidak segera ditelan dan menyebabkannya ngiler. Seiring dengan membaiknya kematangan saraf yang mengatur otot mulut, maka kebiasaan ngiler pada anak pun akan menghilang, biasanya pada usia 18-24 bulan.

Karena itulah, tak hanya perkembangan fisik si kecil saja yang harus Bunda perhatikan. Stimulasi untuk mendorong kematangan saraf juga tak boleh terlewat. Stimulasi menyeluruh meliputi stimulus taktil (sentuhan), visual, pendengaran, vestibular (keseimbangan), olfaktori (penciuman), proprioseptif (otot dan sendi), serta gustatory (pengecap) akan melatih saraf anak untuk tumbuh kembangnya. []

Sumber:rumahkeluargaindonesia

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Maaf Ukhti Antum Offline