Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Mendidik Anak di Hari Ke-7 Kelahirannya

0

Mendidik anak sejak dalam kandungan, begitulah para ulama dan pakar ilmiah mengatakan. Karena sejak bayi organ pendengaran adalah yang pertama kali terbentuk dan bayi di dalam perut sudah dapat mendengar, merasakan segala emosi dari ibunya. Dan dalam Islam ada sunnah-sunnah yang baik dilakukan di hari ke-7 kelahirannya, yang juga adalah bagian dari pendidikan anak.

Apa saja yang menjadi bagian dari pendidikan anak di hari ke-7-nya?

1. Memberi nama yang baik

Nama yang baik akan memberi dampak yang positif pada jiwa dari pertama kali mendengarnya. Demikian juga Allah Ta’ala memerintahkan hamba-hambanya untuk  dan mewajibkan mereka untuk berdoa dengan menyebutkan asmaul husna.

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Al Araf: 180)

2. Mencukur Rambut

Diriwayatkan oleh Imam Malik: “Fatimah putri Rasulullah Shallalldhu ‘alayhi wa Sallam menimbang rambut Hasan, Husain, Zainab dan Ummu Kultsum kemudian berse-dekah perak seberat hasil timbangan itu.”

Ibnu Ishaq menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda kepada Fatimah setelah dia melahirkan Hasan, “Hai Fatimah, cukurlah habis rambutnya dan bersedekahlah perak seberat hasil timbangan rambut itu.” Fatimah menimbangnya. Beratnya mencapai satu dirham atau tidak sampai satu dirham.

Asy-Syaikh ad-Dahlawi rahimahullah dalam mengomentari hadis ini (tentang sebab sedekah dengan perak) mengatakan, “Seorang anak ketika berpindah dari masa janin menjadi masa bayi, itu adalah suatu kenikmatan yang patut disyukuri. Syukur paling baik yang dilakukan adalah dengan menggantinya, yaitu bersedekah. Maka, ketika rambut bayi merupakan peninggalan masa janin, mencukurnya adalah pertanda dimulainya masa bayi. Saat itu sepatutnya ditimbang untuk disedekahi dengan perak. Kemudian, menggunakan perak dalam sedekah ini dikarenakan emas cukup mahal dan tidak mungkin dilakukan selain oleh orang kaya. Sementara benda lainnya tidak akan bernilai tinggi apabila disedekahkan seberat rambut bayi.”

3. Aqiqah

Diriwayatkan oleh Ahmad, at-Tirmidzi, Abu Dawud, an-Nas, dan Ibnu Hibbfti dalam Shah’ihnya dari Ummu Kurz al-Ka’biyah, ia berkata: Bahwasanya dia bertanya kepada Rasulullah Shaltallahu ‘alayhi wa Sallam tentang aqiqah. Beliau menjawab, “Anak laki-laki dua ekor kambing, dan anak perempuan satu ekor kambing. Tidak apa-apa kambing-kambing itu jantan atau betina.”

Diriwayatkan oleh para penulis kitab as-Sunan dari Samurah radhiyallah ‘anhu: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya. Disembelihkan (kambing) baginya pada hari ketujuh, diberi nama dan dicukur (rambut) kepalanya.”

Makna kata tergadaikan yaitu seperti sesuatu yang tergadaikan, tidak bisa dimanfaatkan kecuali setelah ditebus. Kemungkinan bahwa yang dimaksud adalah keselamatan dan pertumbuhan si bayi tergantung, pada aqiqahnya. Inilah maknanya sebagaimana dikatakan oleh ad-Dahlawi. Hadis ini sahih. Lihat Shah’ih ash-Shaghir nomor 4184 dengan komentar, “Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim” Al-Khaththabi mengatakan, “Pendapat terbaik dalam hal ini adalah pendapat Imam Ahmad bin Hanbal bahwasanya apabila anak tidak diaqiqahi, kedua orangtuanya tidak mendapatkan syafaat pada hari kiamat. Pendapat ini dikutip oleh al-Hulaimi dari beberapa ulama sebelum Imam Ahmad.” Lihat kitab Syarhul Muht’dj karya asy-Syarbini (4/293). 91 Sahih, lihat Shahih ash-Shaghir, nomor 4106-4107.

4. Khitan

Secara etimologis, khitan berarti memotong kulit di kepala zakar. Secara teminologisnya adalah memotong lingkar kulit yang berada di bawah kulit depan kepala zakar. Inilah yang tercakup dalam hukum-hukum syariat sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad dalam musnadnya dari hadits Ammar bin Yasir, ia berkata: “Termasuk kategori fitrah adalah berkumur, menghirup air dengan hidung, menukur kumis, bersiwak, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan dan berkhitan.

Loading...

Dalam hadits lain diriwayatkan oleh Ahmad dari Syaddad bin Aus radhiyalahu anhu: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Khitan adalah sunnah bagi laki-laki dan penghormatan bagi wanita.”

Keempat hal di atas merupakan keutamaan yang sebaiknya dilakukan pada hari ke-7 kelahiran bayi dan merupakan bagian dari pendidikan yang dilakukan di awal-awal kelahirannya. []

Sumber: Prophetic Parenting, DR. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid

 

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline