Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Jika Merasa Sial Pada Sesuatu (1)

0

Pernah merasa sial akan sesuatu? Bagaimana hukumnya dalam Islam? Untuk menjawab pertanyaan ini, berikut ada beberapa poin yang urgen diperhatikan.

Pertama, di antara makna sejati keimanan kepada Allah SWT adalah keyakinan tanpa ragu sedikitpun, bahwa hanya Dia yang Maha Mengatahui segalanya dan Maha Menetapkan atas segala yang telah, akan dan sedang terjadi. Allah SWT berfirman, “Jika Allah menimpakan kepadamu kemudaratan maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia dan bila Dia menghendaki kebaikan bagimu maka tidak ada yang dapat menolak keutamaan-Nya.” (Yunus: 107).

Dalam sebuah hadits Rasul saw menguatkan keimanan kita, “Seandainya umat berkumpul untuk memberikan kemanfaatan bagimu dengan sesuatu niscaya mereka tidak dapat memberikan kemanfaatan bagimu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan sebaliknya, jika mereka semuanya berkumpul untuk memudaratkanmu dengan sesuatu niscaya mereka tidak dapat menimpakan kemudaratan tersebut kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu.” (HR. Tirmidzi)

Kedua, kepercayaan tentang “kesialan”, dikenal pada bangsa Arab dahulu dengan thiyarah, merasa sial karena melihat sesuatu seperti melihat hewan tertentu, pecah atau rusak sesuatu, melihat angka, tanggal lahir, dll. Hamah, merasa bernasib sial kalau melihat burung hantu; membawa berita kematian dirinya atau keluarganya. Rasul saw telah menyatakan dengan tegas dalam sabda-sabda beliau, di antaranya, “Thiyarah adalah syirik, thiyarah adalah syirik, (beliau mengucapkan) tiga kali, dan tidak ada seorang pun diantara kita kecuali (telah terjadi dalam hatinya sesuatu dari hal itu), hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakkal kepada-Nya.”(HR. Abu Daud)

BERSAMBUNG

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline