Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Begini Memilih Nama yang Baik Untuk Anak

0

Sekarang ini, orang tua sudah jauh-jauh hari menyiapkan nama anak. Pilihan nama bukan saja dilihat dari makna kata tetapi juga dari bahasa yang indah dan kalau bisa unik. Menurut Imam al-Mawardi ada tiga pilihan yang dapat dijadikan acuan dalam memilih nama.

1. Diambil dari nama orang-orang yang berpegang teguh pada agama, seperti para nabi dan rasul serta orang-orang saleh. Ini dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mencintai mereka, menghidupkan nama mereka, meneladani Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam memilihkan nama-nama tersebut untuk para wali-Nya dan agama-Nya, sebagaimana telah kami riwayatkan bahwa nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan lain sebagainya.

Asy-Syaikh ad-Dahlawi rahimahullah mengatakan, “Perlu diketahui bahwa esensi teragung dari syariat adalah zikir kepada Allah masuk dalam setiap langkah kehidupan manusia, agar semua itu bisa menjadi lidah yang menyeru kepada kebenaran. Dalam memberi nama untuk bayi dengan hal itu merupakan penjabaran dari tauhid. Bangsa Arab dan bangsa-bangsa lainnya suka memberi nama kepada anak-anak mereka dengan nama-nama sesembahan yang mereka sembah.”

“Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam diutus untuk menegakkan risalah tauhid, haruslah digariskan dalam masalah memberi nama ini dalam kemasan tauhid juga. Kedua nama tersebut menjadi nama yang paling dicintai daripada nama-nama lain yang dipakai oleh seorang hamba yang serupa dengannya dari nama-nama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena, kedua nama inilah yang paling masyhur dan tidak dipergunakan selain hanya untuk Allah. Berbeda dengan nama-nama Allah yang lain. Dari sini kita dapat mengetahui tentang rahasia di balik disunnahkannya memberi nama kepada bayi dengan nama Muhammad atau Ahmad.

Namun, sebagian orang justru lebih suka memberi nama kepada anak-anak mereka dengan nama-nama bapak moyang yang mereka agungkan, hingga hampir dianggap sebagai suatu ajaran dan memiliki kedudukan sebagai legalitas bahwa anak tersebut termasuk dalam anggota keluarga besar itu.”

2. Nama yang diberikan memiliki jumlah huruf yang sedikit, ringan di lidah, mudah diucapkan dan gampang didengar.

3. Nama yang diberikan memiliki makna yang baik dan sesuai dengan si pemilik nama serta sesuai dengan status sosialnya dalam masyarakat.

Memilih nama, sebaiknya dilakukan oleh orangtua terutama ayah, dan baik juga di nasabkan pada ayah diakhir nama karena di hari akhir nama ayah pula yang akan disematkan. []

Sumber: Prophetic Parenting, DR. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline