Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Tips Merancang Budget Ramadhan (1)

0

Ramadhan di Indonesia dan juga di beberapa negara dengan mayoritas muslim seperti Malaysia selalu disambut dengan kemeriahan.  Seperti sudah menjadi tradisi, ketika Ramadhan banyak bermunculan pedagang yang menjual berbagai makanan untuk berbuka baik makanan ringan maupun masakan pendamping nasi. Tidak jarang di beberapa kompleks perumahan ada tempat khusus yang disediakan untuk bazaar selama ramadhan.

Hal tersebut tentu menambah semarak suasana ramadhan karena banyak dijual makanan-makanan khas yang jarang ditemui selain di bulan ramadhan. Dan untuk keluarga yang kedua orang tuanya bekerja atau bagi mereka yang ingin lebih khusyuk untuk beribadah, keberadaan para penjual makanan tersebut tentunya akan mempermudah. Namun, tak jarang juga karena tergoda dengan segala penganan dan berbelanja dalam keadaan berpuasa menjadikan kita membeli berlebihan yang akhirnya menjadi mubazir. Dan bukan saja mubazir yang disesalkan tetapi juga uang belanja menjadi over budget. Dan hal ini tentunya kurang baik untuk keuangan keluarga, karena bukan belanja ramadhan yang harus dipersiapkan tetapi juga lebaran.

Kita tentu tak ingin kehilangan kesempatan untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya, hanya karena memikirkan pengaturan uang belanja yang kurang. Hal ini juga dialami seorang muslim yang lama tinggal di Malaysia dan terbiasa dengan menyambut ramadhan dengan segala kemeriahan suasana yang ada, sehingga untuk beberapa kali sering berbelanja berlebihan karena tergoda, namun akhirnya menjadi mubazir. Setelah semakin dewasa dan pengetahuan yang bertambah, kesadaran pun timbul bahwa pilihan untuk makanan baik ketika berbuka atau sahur haruslah mengutamakan pola makanan yang sehat. Dan ada yang lebih penting yang harus pula diperhatikan yaitu berbagai keutamaan dan pahala dari ibadah-ibadah tambahan yang kita lakukan selain ibadah wajib seperti membaca Quran, shalat malam dan bersedekah.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu anggaran Ramadan:

Niat Untuk Mensucikan Pikiran, Tubuh, dan Jiwa

Dalam salah satu Hadis yang paling menarik tentang Ramadan, Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam mengatakan:

“Setiap amal anak adam itu untuknya sendiri selain puasa, sesungguhnya puasa itu untukKu dan Aku yang akan membalasnya. Puasa itu perisai. Bila ada seseorang di antara kalian berpuasa pada suatu hari maka janganlah berkata-kata kotor dan jangan berteriak.jika ada seseorang yang mencaci makinya atau memeranginya maka hendaklah ia mengatakan ‘sesungguhnya saya sedang berpuasa.’ Demi Zat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih harum daripada bau kasturi. Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan yang dirasakannya. Yaitu, apabila berbuka, ia bergembira dan apabila bertemu dengan Tuhannya, ia bergembira karena puasanya itu.” (Bukhari & Muslim).

Menempatkan kebaikan puasa dan benar-benar memberikan kehormatan untuk bulan suci ini. Sementara pada saat Ramadhan akan penuh godaan, tetapi mengetahui bahwa banyak manfaat dalam jangka panjang dari yang kita bayangkan akan kita rasakan. Paksalah diri untuk membuat niat yang tepat untuk menyenangkan Allah, dan Allah saja, tidak peduli betapa sulitnya Ramadhan akan kita lalui, tanpa sadar ia akan cepat berlalu.

Dengan membuat niat untuk memurnikan pikiran, tubuh, dan jiwa, akan mengurangi tekanan untuk pemborosan terutama dalam hal makanan dan pengeluaran yang berlebihan selama Ramadhan.

Pikirkan Mereka Yang Kurang Beruntung dan Bersedekahlah

Memikirkan dan berdo’a bagi mereka yang kurang beruntung merupakan salah satu cara terbaik menempatkan Ramadhan dalam perspektif. Setelah menahan diri dari makanan dan minuman sepanjang hari, memberikan kita sekilas gambaran tentang bagaimana rasanya seperti mereka yang hidup dalam kemiskinan. Sebelum merecanakan anggaran untuk makanan berbuka dan sahur Anda, pikirkanlah cara-cara untuk menyediakan makanan bagi mereka yang kurang beruntung. Hal ini membersihkan kita dari keserakahan dan pemborosan di bulan suci, dan yang paling penting, membantu kita meniru kemurahan hati Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa Sallam.

“Rasulullah adalah yang paling murah hati dari semua orang dan ia gunakan Bulan Ramadhan untuk mencapai puncak dalam kemurahan hati saat Jibril (malaikat Jibril) bertemu dengannya. Jibril menemuinya setiap malam Ramadhan untuk mengajarinya Al-Qur’an. Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, bahkan lebih murah daripada angin yang adil.” (HR Bukhari) []

(bersambung)

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline