Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Tips Merancang Budget Ramadhan (2- habis)

0

Jujurlah dengan Keuangan Anda

Banyak dari kita mengalami ketegangan dengan rancangan keuangan, terutama dengan besarnya keluarga dan anggaran yang terbatas. Jadi wajar saja berhati-hati dengan anggaran keuangan – dan mengapa harus tidak jujur ​​- karena hal ini jelas bukan ide yang baik untuk berhutang saat Ramadhan.  Menjadi jujur terhadap keuangan maksudnya adalah dengan berbelanja dan menghabiskan anggaran keuangan sesuai dengan kemampuan dan budget yang tersedia bukan berlaku seolah-olah mempunyai dana/anggaran lebih.

Idealnya, mengatur anggaran normal seperti bulan-bulan yang lain dan bahkan seharusnya menjadi berkurang karena puasa namun terkadang justru anggaran menjadi lebih. Tetapi tetaplah berpegang pada anggaran normal dan jika memungkinkan sediakan anggaran untuk membeli madu dan kurma.

Tentu saja, anggaran setiap orang bervariasi dari satu keluarga ke yang lain. Hal ini terutama berlaku jika sebuah keluarga memiliki anak-anak yang belum berpuasa. Anak-anak masih perlu makanan normal mereka dan makanan ringan, terlepas dari waktu.

Mengatur Acara Buka Bersama atau Bekerjasama Dengan Masjid

Ramadhan adalah juga bulan untuk bersilaturahim. Tidak dapat dihindari ketika ramadhan ini teman atau keluarga mengundang untuk acara buka bersama, atau secara bergantian kita menjadi tuan rumah untuk acara buka bersama. Acara berbuka bersama yang biasanya diadakan di restoran atau pusat-pusat perbelanjaan seringnya membuat anggaran membengkak. Ada baiknya untuk mengadakan acara buka bersama dengan teman di masjid-masjid yang juga memiliki kegiatan aktif sehingga dapat mengikuti kajian yang menambah pahala dan menghemat dengan berbuka dengan apa yang telah disediakan oleh mesjid, selain itu kita juga dapat berbagi dengan mengumpulkan dana bersama-sama teman untuk memberi makanan berbuka bagi orang lain.

Tantangannya adalah karena di beberapa Masjid khususnya di area parkir dan halaman di saat Ramadhan juga diadakan bazaar yang tidak hanya menjual berbagai makanan tetapi juga berbagai kebutuhan umat muslim. Tetaplah ketat dengan budget yang sudah kita tentukan, dan berbelanjalah apa yang memang sudah kita rencakan dan butuhkan.

Memiliki teman di sekitar Anda akan membantu untuk mengingatkan agar tidak makan atau berbelanja berlebihan, karena teman yang baik akan saling mengingatkan.

Jangan Kikir

Meskipun penting untuk tetap menjaga anggaran, dan harus jeli dengan pengeluaran, kekikiran sangat tidak dianjurkan dalam agama, dan ramadhan bukanlah waktu yang tepat untuk menjadi pelit terhadap keluarga.

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa Sallam pernah menggambarkan perbedaan kikir dan orang yang murah hati;

“Contoh dari kikir dan murah hati adalah dari dua orang yang memakai baju besi dari dada mereka hingga ke leher mereka. Adapun orang yang murah hati, ia tidak menghabiskan baju besinya melainkan semakin membesar dan menyebar di sekujur tubuhnya sampai menutupi bahkan ujung jari dan menghapuskan jejaknya. Adapun si kikir, ia tidak ingin menghabiskan apa pun kecuali setiap cincin dalam ikatan baju besinya dan ia mencoba untuk memperbesarnya tapi tidak akan berkembang.” (HR Bukhari & Muslim)

Ramadhan bukan bulan pemborosan, namun bulan untuk memberi cinta dan kebaikan. Penghargaan khusus atau perlakuan khusus untuk anak-anak yang sedang berpuasa akan membuat mereka termotivasi sehingga dapat melalui puasa sebulan penuh. Apresiasi keluarga dan perasaan bangga yang timbul dalam diri anak-anak akan tetap tinggal dalam hati mereka hingga waktu yang lama setelah ramadhan usai.

Ingat Bahwa Anggaran Hanya Bagian Dari Ramadan

Ingatlah bahwa membuat anggaran hanyalah sebagian kecil dari Ramadhan. Di satu sisi, hal ini penting untuk menjaga anggaran yang seimbang dan tidak boros serta berlaku mubazir.  Namun disisi lain Bulan Ramadhan adalah segala hal tentang meningkatkan keimanan dan moderasi dalam urusan duniawi.

Hal-hal yang harus dilakukan saat ramadhan seperti memberikan kepada orang miskin, membaca Al-Qur’an, puasa yang sebenarnya, melakukan banyak shalat sunnah dan berdoa, dan memperkuat hubungan seseorang dengan Allah Ta’ala, harus didahulukan daripada mengelola (atau over-managing) anggaran.

Singkatnya, kita tidak perlu terlalu menghabiskan banyak energi dan stres untuk selalu melihat ke rekening keuangan dan anggaran kita selama ramadan, hingga mengabaikan ibadah-ibadah yang lebih penting. Tidak ada yang salah dengan memiliki makanan yang beragam sesekali, atau pergi ke bazaar ramadhan secara khusus untuk menambah semangat dan menikmati suasana yang berbeda. []

Sumber: onIslam

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Maaf Ukhti Antum Offline