Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Raih Pahala yang Sama Walau Saat Haid di Bulan Ramadhan

0

Sebagaimana fitrah seorang wanita, bahwasanya di setiap bulannya ia pasti mengalami haid. Dengan haidnya tentu beberapa kewajiban seorang wanita terhadap Rabbnya mendapat dispensasi, seperti shalat dan puasa Ramadhan.

Dan untuk puasa Ramadhan, seorang wanita tetap dituntut untuk menggantinya di bulan lain.

Selain itu, ada cara yang bisa muslimah lakukan ketika haid di bulan Ramadhan, di antaranya Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلَ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يُنْقَصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ.

“Barangsiapa menyediakan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, niscaya ia akan mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tadi, tanpa mengurangi pahala puasanya sedikitpun.” (HR. Ahmad dan an-Nasai. Shahih)

Para ulama berbeda pendapat tentang porsi makanan yang disuguhkan untuk berbuka, agar mendapat pahala seperti yang tercantum di dalam hadits.

Sebagian ulama berpendapat berapa pun kadarnya, meski hanya seteguk air dan sebiji kurma. Ini zhahir pendapat yang dipilih oleh Syaikh Utsaimin.

Beliau berkata, “Akan tetapi zhahir hadits menunjukkan bahwa orang yang memberi makan buka bagi orang yang berpuasa walaupun dengan sebiji kurma, akan mendapatkan pahala yang serupa.” (Syarh Riyadhus Shalihin)

Sebagian lagi berpendapat, bahwa pahala tersebut akan diperoleh bagi mereka yang memberi makan orang yang berpuasa sampai merasa kenyang. Karena itulah yang dimaksudkan untuk menguatkan badan dalam beribadah. Inilah pendapat yang dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.

Beliau berkata, “Dan yang dimaksud dengan memberi makan berbuka puasa ialah yang membuat kenyang.” (al-Fatwa al-Kubra, 5/376)

Pendapat yang lebih selamat adalah pendapat Syaikhul Islam, bahwa orang yang berhak mendapat pahala serupa dengan orang yang berpuasa adalah mereka yang memberi makan sampai kenyang.

Adapun hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dari Salman al-Farisi yang menunjukkan pahala sebagaimana orang yang berpuasa, bagi mereka yang memberi makan buka walau dengan seteguk air, dan sebiji kurma adalah mungkar karena di dalamnya terdapat Ali bin Zaid bin Jad’an seorang perawi yang dhaif.

Namun demikian bagi mereka yang tidak mampu memberi makan sampai kenyang, maka boleh bagi mereka memberi makan semampunya dengan meniatkan pahala tersebut. In syaa Allah dia akan memperoleh pahala yang sama dengan niatnya. []

 

Sumber: Pecintasunnah

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Maaf Ukhti Antum Offline