Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Bertemu Ramadhan? Ini 7 Persiapannya!

0

Beragam hal dilakukan kaum muslimin menyambut datangnya Ramadhan, betapa bergembiranya kita saat Allah kembali memberi kesempatan kita untuk bisa beramal shalih di bulan Ramadhan.

Lalu apa yang sebaiknya kita persiapkan dalam menyambut Ramadhan?

Puasa Ramadhan bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan. Allah berfirman,

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” [QS. Al Baqarah: 183]

Pertama: Berdo’a agar Allah mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat.

Agar kita memiliki semangat untuk puasa, shalat tarawih, membaca al qur’an, bersedekah, dan ibadah lainnya. Allah subhanahu wata’ala berfirman,

 وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Rabb-mu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina” [QS. Ghafir: 60]

Adapun do’a yang kadang di panjatkan oleh sebagian kaum muslimin yang berbunyi:

 اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan” adalah hadits yang lemah.

Jadi seseorang bisa berdo’a apa saja agar ia dipertemukan dengan bulan Ramadhan tanpa mengkhususkan do’a tertentu.

Kedua: Memuji Allah dan bersyukur karena bisa bertemu dengan Ramadhan.

Pertemuan dengan bulan bulan Ramadhan adalah pertemuan yang sangat indah. Oleh karenanya hendaklah seseorang bersyukur kepada Allah atas nikmat besar ini. Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Ketahuliah bahwa disunnahkan kepada orang mendapatkan kembali nikmat yang baru dan nampak atau terhindar dari musibah yang dhahir untuk bersujud karena bersyukur kepada Allah atau memuji-Nya”.[Al Adzkar Lin Nawawiy: 297].

Ketiga: Gembira dan Ceria

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberi kabar gembira kepada para sahabatnya akan datangnya bulan Ramadhan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dimana pada bulan itu Allah mewajibkan puasa. Pada bulan itu dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu jahannam, diikat syaithan-syaithan, di dalam bulan itu ada satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. siapa yang diharamkan untuk mendapatkan kebaikannnya, maka sungguh ia telah diharamkan dari bulan itu” [HR. Ahmad: (7148) dengan sanad yang Shahih dengan ta’liq Ahmad Muhammad Syakir: 7/7]

Keempat: Bersemangat dan memiliki rencana-rencana untuk meraih pahala di bulan Ramadan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ

“Bersungguh-sungguhlah melakukan apa yang dapat memberi manfaat kepadamu dan minta pertolongan kepada Allah, dan janganlah merasa lemah”[HR. Muslim (2664)]

Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Maksudnya adalah bersemangatlah dalam mentaati Allah dan mengharapkan apa yang ada disisi Allah, lalu minta pertolonganlah kepada Allah dalam mewujudkan hal tersebut, dan jangan merasa lemah artinya jangan malas untuk melaksanakan ketaatan dan dalam meminta pertolongan kepada Allah” [Syarh an Nawawi ‘ala Muslim: 16/215]

Kelima: Mempersiapkan ilmu sebelum masuk Ramadhan.

lmu adalah modal terbesar dalam persiapan menghadapi Ramadhan. Tanpa ilmu agama, Ramadhan kita tak bermakna apa-apa. Rasulullah ‘alaihish shalatu wassalam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Muttafaqun alaih)

Mengharap pahala adalah satu syarat puasa kita bermakna. Dan mengharap pahala bukanlah sekedar harapan. Namun lebih kepada mendalami ilmu tentang Ramadhan, tentang bagaimana Rasulullah menjalankan ibadah puasa ini. Ibadah Ramadhan yang tidak mencontoh Rasulullah tentu tidak akan mendatangkan pahala sama sekali. Sebagaimana sabda beliau ‘alaish shalatu wassalam,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً ليسَ عليه أمرُنا هذا فهو رَدٌّ

“Siapa yang beramal suatu amalan yang tidak ada perintahnya, maka amalan tersebut akan ditolak” [HR. Muslim]

Disinilah pentingnya ilmu agama dari al Qur’an dan Sunnah untuk membimbing setiap amalan kita agar diterima Allah dan berpahala tentunya. Hendaklah seorang muslim membaca kembali buku-buku, artikel, mendengar ceramah-ceramah tentang Ramadhan. Agar ia bisa mengingat kembali keutamaan, adab, pembatal puasa, hukum-hukum Ramadhan, dan perkara-perkara yang bisa menghilangkan pahala puasanya.

Keenam: Membiasakan diri untuk melakukan amalan sunnah sebelum masuk bulan Ramadhan.

Amalan-amalan sunnah akan Allah lipat gandakan dibulan Ramadhan berbeda dengan amalan diluar Ramadhan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ  إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي

“Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah berkata: Kecuali puasa, maka Aku yang akan membalas orang yang menjalankannya karena dia telah meninggalkan hawa nafsunya dan makannya karena Aku” (HR. Muslim)

Ketujuh: Mempersiapkan sarana-sarana ibadah Ramadhan

Diantaranya yang bisa kita lakukan adalah menyiapkan buku-buku seputar Ramadhan seperti Fiqih Ramadhan 4 Mazhab, menata rumah agar nyaman untuk ibadah, membaca al qur’an, dan belajar. Menyiapkan kurma untuk persipan beberapa hari atau mungkin satu bulan untuk sahur dan berbuka. Membenahi masjid sebagai pusat kegiatan ibadah. Sound system, membersihkan karpet, menambah fasilitas kipas angin ataupun AC.

 

Sumber: Fiqh Learning Center

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Maaf Ukhti Antum Offline