Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Jima Yang Haram Untuk Suami Istri

0

Jima antara sepasang suami istri mendatangkan pahala jika diniatkan beribadah kepada Allah SWT. Bagaimana tidak, jika keduanya ridho, selain mendapatkan kenikmatan badaniah, jima yang dilakukan oleh sepasang suami istri sah juga memberikan banyak keutungan secara medis.

Tapi dalam Islam, ternyata ada kalanya sebuah jima menjadi haram untuk suami istri. Lho kok? Mari kita simak.

1. Haram jima ketika isteri haid, nifas dan wiladah. Jika bersetubuh pastikan putus haid, nifas dan wiladah dan selepas mandi hadas besar.

“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh, katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”, oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh, dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci, apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri,” (Surah Al-Baqarah : Ayat 222).

Dari Masruuq b. Ajda’i berkata: “Aku telah bertanya kepada ‘Aisyah tentang sesuatu yang boleh dilakukan seorang suami terhadap istrinya yang sedang Haid.” ‘Aisyah menjawab, Apa saja boleh, kecuali kemaluannya (bersetubuh),’” (Riwayat Bukhari).

2. Haram jima melalui jalan belakang (melalui dubur) walau pun isteri. “Terkutuklah orang yang menyetubuhi istri di duburnya,” (Hadits Riwayat Abu Dawud dan an-Nasa’i dari Abu Hurairah).

3. Haram jima membawa ayat-ayat Al-Quran, nama-nama Allah, Nabi, Malaikat dan lain lain seperti azimat.

4. Haram jima dalam masjid / surau.

5. Haram jima sedang berpuasa di bulan Ramadhan.

6. Haram jima sedang dalam ihram haji atau ihram umrah.

7. Haram jima di tempat terbuka (tempat awam). []

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Maaf Ukhti Antum Offline