Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Peluk Istri Saat Puasa, Emangnya Boleh?

0

Mencium istri, memeluk atau dan sebagainya tanpa jima, perkara ini adalah sesuatu yang halal ketika seseorang tidak berpuasa. Adapun hukum melakukannya ketika berpuasa, terjadi perbedaan pendapat di antara ulama.

Aisyah berkata, “Rasulullah pernah mencium (istrinya) dalam keadaan baginda sedang berpuasa dan memeluk (istrinya) dalam keadaan baginda sedang berpuasa. Akan tetapi, baginda adalah orang yang paling mampu menguasai syahwatnya di antara kalian.” (Muttafaq ‘alaih)

Pendapat empat imam mazhab yang disebutkan oleh Syaikh As-Sa’di bahawa hal itu haram dan membatalkan puasa. Pendapat ini dipilih al-Imam Ibnu Taimiyah, al-Lajnah ad-Da’imah yang diketuai Ibnu Baz, dan Ibnu Utsaimin. Dalilnya adalah penyamaan dengan jima’ secara qiyas berdasarkan hadits qudsi bahwa Allah telah menyatakan tentang orang yang berpuasa:

“Ia meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena Aku.” (Muttafaq ‘alaih)

Pendapat al-Imam Ibnu Hazm bahwa hal itu tidak membatalkan puasa. Pendapat ini dipilih oleh al-Imam ash-Shan’ani dan al-Albani. Alasannya tidak ada dalil yang menunjukkan batalnya puasa dengan sebab itu. Adapun dalil qiyas yang disebutkan tidak boleh diterima karena terdapat perbedaan antara keduanya. Perbedaannya adalah karena jima’ tanpa disertai ejakulasi tetap membatalkan puasa. Artinya, illat (sebab) batalnya puasa adalah jima’ itu sendiri, bukan ejakulasi.

Pendapat terkuat adalah yang mengatakan hal itu boleh sebagai rukhsah (keringanan) dari Allah bagi hamba-hambaNya. Hanya saja, disarankan agar tidak dilakukan oleh orang yang tidak mampu mengekang syahwatnya karena dikhawatirkan terdorong melakukan jima’.

Jadi, termasuk para suami, harus puasa meluk istri ya? []



Artikel Terkait :
Loading...
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline