Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Makanan Untuk Buka Puasa, Haruskah Kurma? (1)

0

Ada 2 pendapat mengenai hal ini. Pertama dilihat dari segi antropologis. Bahwa mengonsumsi kurma adalah kebiasaan masyarakat Arab waktu itu, dan kurma adalah satu bahan makanan yang lumrah di masyarakat. Mengonsumsi kurma berarti mengonsumsi bahan makanan kebiasaan masyarakat bahkan yang termiskin sekalipun.

Oleh karena itu sunnah mengonsumsi kurma dimaknai sebagai mengonsumsi makanan yang menjadi kebiasaan masyarakat setempat dan tidak menjadi memberatkan baginya. Jika masyarakat biasa mengonsumsi kolak, maka itulah yang terbaik. Jika ia hanya mampu mengonsumsi air teh maka dengan itu ia berbuka. Dan urutan ruthab, tamr dan air merupakan urutan ekonomis. Artinya tidak ada istilah menyusahkan/memberatkan dalam hal makanan yang dikonsumsi. Adapun jenisnya tidak harus kurma tetapi makanan yang menjadi kebiasaan masyarakat dan tidak memberatkan secara ekonomis.

Pendapat kedua berpendapat dari sisi sunnah dan gizi. Kurma merupakan pilihan makanan terbaik untuk dikonsumsi saat sahur/berbuka. Pertimbangannya adalah karena kurma secara eksplisit disebutkan Rasulullah yang mencontohkan dan tiada satpun keterangan bahwa makanan lain boleh dikonsumsi, misalnya taqririyah Rasul pada sahabat yang menggunakan bahan lainnya.

Pun dari sisi gizi kurma memang ideal karena dapat memberikan energi bagi tubuh yang tahan lama serta tidak menimbulkan efek merugikan, diantaranya dari produksi insulin mapun penumpukan lemak dalam tubuh.

Dari pertimbangan tersebut, maka pendapat kedua menyimpulkan urutan sunnah konsumsi ruthab, tamr dan air merupakan urutan baku yang disunnahkan karena sumber ketarngan yang ada menyebutkan seperti itu serta kandungan gizi yang menyebabkan kurma adalah pilihan terbaik. Selain kurma maka air.

BERSAMBUNG

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Maaf Ukhti Antum Offline