Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Puasa yang Sesungguhnya

0

Tatkala anda berpuasa, maka puasakan pula pendengaran, penglihatan dan lisanmu dari dusta dan dosa, jauhilah dari mengganggu tetangga, hendaknya anda tetap tenang dan tidak tergesa-gesa disaat berpuasa. Dan jangan samakan antara hari dimana anda tidak berpuasa dengan hari ketika anda berpuasa. (Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah : 8973).

Asy-Syeikh, DR. Abdurrozzaq Al-Badr hafidzahullah menerangkan :

أعاننا الله أجمعين على حفظ صيامنا وتكميله، بصيام جوارحنا عن الكذب والمأثم، وبلزوم السكينة والوقار، وأن لا يكون يوم فطرنا ويوم صيامنا سواء.

“Semoga Allah menolong kita semua agar dapat memelihara puasa kita dan menyempurnakannya dengan mempuasakan anggota tubuh kita dari dusta dan dosa-dosa, dan agar kita tetap tenang dan tidak tergesa-gesa, dan agar tidak menyamakan antara hari kita tidak berpuasa dengan hari kita berpuasa”. (http://al-badr.net/muqolat/4526).

Itulah hakikat puasa yang sesungguhnya, puasanya orang-orang istimewa.

Fadhilatus Syeikh Abdul Aziz Ar-Rajihi hafidzahullah menuturkan :

الصيام الحقيقي  ليس مجرد الإمساك عن الطعام والشراب والتمتع الجنسي فحسب، بل هو مع ذلك أداء للواجبات،وترك للمحرمات ، وحفظ للجوارح عن السيئات.

“Puasa yang hakiki bukanlah sekedar menahan diri dari makan, minum dan kesenangan hawa nafsu semata, bahkan puasa yang hakiki adalah puasa yang disertai dengan menunaikan semua kewajiban dan meninggalkan semua yang diharamkan, serta menjaga anggota tubuh dari perbuatan buruk.” (Al-Ilmam Bisyai’in Min Ahkamis Shiyam, hal. 8).

Imam Ahmad bin Muhammad bin Abdirrahman Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rahimahullah menuturkan :

“Puasa itu ada 3 (tiga) tingkatan :

Puasa Umum : menahan perut dan kemaluan dari menunaikan syahwat

Puasa Khusus : menahan pandangan, lisan, tangan, kaki, pendengaran, penglihatan dan seluruh anggota tubuh dari dosa

Puasa Yang Lebih Khusus : menahan hati dari ambisi/keinginan yang hina, dan segala pola pikir yang membuat jauh dari Allah.” (Mukhtashor Minhajul Qoshidin, hal.55). []

 

Oleh: Hilal Abu Naufal



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline