Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Niat Puasa Ramadhan, Penentu Awal Sahnya Puasa

0

Niat dalam setiap ibadah merupakan permulaan dan penentu. Ibadah-ibadah fisik selalu didahului oleh niat. Semua amalan pun tergantung pada niatnya. Kemudian, untuk niat puasa ramadhan, bagaimanakah teknisnya?

Ada beberapa yang masih bingung dengan niat puasa Ramadhan ini, ada yang bilang harus diucapkan setiap malam dengan jelas, ada pula yang membolehkan niat diucapkan satu kali untuk keseluruhan selama satu Bulan Ramadhan.

Niat merupakan syarat sah puasa Ramadhan berdasarkan hadits

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, di mana beliau bersabda,

من لم يبيت الصيام من الليل فل صيام له

“Barangsiapa yang tidak berniat puasa dari waktu malam, tidak ada puasa baginya.” (HR. Nasaa’i)

Niat adalah keinginan hati untuk berpuasa. Niat letaknya di hati, sehingga tidak perlu diucapkan secara jelas. Beberapa ulama berbeda pendapat apakah niat harus diucapkan atau tidak. Ulama yang mengatakan bahwa niat yang diucapkan akan lebih menguatkan ruh sehingga fisik pun menjadi kuat. Namun, ulama yang mengatakan bahwa niat tidak perlu diucapkan mengatakan bahwa dengan melafalkan niat akan membuat hati ragu. Wallahu alam kembali pada masing-masing dengan niat yang sebaik-baiknya.

Waktu untuk membaca niat adalah sejak terbenamnya matahari hingga waktu terbit fajar. Seseorang yang baru berniat akan puasa Ramadhan ketika telah lewat waktu subuh, maka tidak sah puasanya. Inilah yang membedakan puasa Ramadhan dengan puasa sunnah. Puasa sunnah boleh diniatkan di pagi hari setelah lewat waktu subuh.Berniat sebaiknya diperbaharui setiap malam, karena ibadah puasa terputus setiap hari dengan waktu berbuka. []

Disarikan dari kajian Fiqih Wanita oleh Ustadz Ali Sodikin Markasan, LC.

 



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas