Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Menghidupkan Malam-malam Ramadhan

0

Menghidupkan malam-malam Ramadhan, menghidupkan bukan dengan perbuatan sia-sia, namun dengan memperbanyak shalat malam. Karenanya ada shalat tarawih, ada pula shalat tahajud.

“Dan dari Aisyah  Radhiyallahu Anha, berkata, ‘Rasullullah Shallalahu Alaihi wa Salam bersungguh sungguh dibulan ramadhan tidak seperti kesungguhan beliau di bulan bulan yang lainnya” ( HR. Muslim )

Maksud “ bersungguh sungguh dibulan ramadhan “  dalam hadist ini, adalah volume ibadah Rasullullah Shallalahu Alaihi wa Salam yang lebih banyak pada bulan Ramdhan dibanding pada bulan-bulan yang lain selain Ramadhan. Dan, maksud kata ibadah di sini adalah menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan melakukan shalat malam atau shalat tahajjud. Atau yang dikemudian hari dikenal dengan istilah shalat tarawih.

Rasullullah Shallalahu Alaihi wa Salam bersabda, “barang siapa yang mendirikan shalat di bulan Ramadhan karena Iman dan mengharap ridha-Nya, maka diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (Muttafaq Alaih)

Sekitarnya pada malam-malam biasa saja Nabi selalu shalat tahajud, apalagi pada malam-malam di bulan Ramadhan. Tentu beliau lebih giat lagi untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan amal kebaikan di dalamnya.

Inilah salah satu kebiasaan Nabi di bulan Ramadhan. Namun kebiasaan ini tidak khusus hanya untuk beliau, melainkan beliau juga menyuruh para sahabatnya agar menghidupkan malam Ramdhan dengan shalat sunnah, sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas, dimana beliau menjamin siapa yang shalat malam di bulan Ramadhan, maka seluruh dosa-dosa orang tersebut diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hanya saja, perintah beliau agar menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan shalat, tidak bersifat wajib.

Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata, “Rasullullah Shallalahu Alaihi wa Salam mendorong agar mendirikan malam Ramadhan tanpa menyuruh mereka dengan penekanan,” (HR. Muslim)

Maksudnya, Rasullullah Shallalahu Alaihi wa Salam mendorong para sahabat agar menghidupkan malam-malam bulan Ramadhan dengan shalat tahajud dan tarawih. Tetapi perintah beliau ini tidak bersifat mutlak harus dikerjakan, melain sekedar suatu keutamaan bagi yang mengerjakannya, dan hukumnya sunah.

Namun, alangkah baiknya jika kita senantiasa mengerjakan shalat tarawih pada bulan Ramadhan  dengan penuh keimanan dan mengharapkan keridhaan Allah. Karena apabila kita melakukan hal ini, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengampuni seluruh dosa-dosa yang sengaja maupun tidak sengaja pernah kita lakukan sebelumnya. Sebagaimana yang dijanjikan Nabi dalam sabdanya. []

Sumber : 165 Kebiasaan Nabi, Abduh Zulfidar Akaha, Pustaka Al Kautsar

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy

Maaf Ukhti Antum Offline