Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ukhti, Hati-hati Bahaya Sifat Hasad

0

Hasad adalah dengki atau iri terhadap suatu kenikmatan, kesenangan, karunia yang dimiliki oleh orang lain dan tidak menginginkan nikmat itu ada pada orang tersebut. Ibnu Taimiyah bahkan mengatakan bahwa hasad itu iri terhadap kenikmatan orang lain, meski ia tidak menginginkan nikmat itu hilang pada diri orang tersebut. Ukhti, hati-hatilah dengan bahaya dari sifat hasad.

Dalam surat Al Falaq, Allah memerintahkan pada manusia untuk berlindung dari kejahatan dengki.

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

“dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” (Al Falaq: 5)

Bahaya hasad di antaranya disebutkan dalam hadits berikut ini.

Az-Zubair bin Al-‘Awwam radhiyallahu ‘anhuberkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

دَبَّ إِلَيْكُمْ دَاءُ الأُمَمِ قَبْلَكُمُ الْحَسَدُ وَالْبَغْضَاءُ هِىَ الْحَالِقَةُ لاَ أَقُولُ تَحْلِقُ الشَّعْرَ وَلَكِنْ تَحْلِقُ الدِّينَ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لاَ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَفَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِمَا يُثَبِّتُ ذَاكُمْ لَكُمْ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ

“Telah berjalan kepada kalian penyakit umat-umat terdahulu, yaitu hasad dan permusuhan. Dan permusuhan adalah membotaki. Aku tidak mengatakan membotaki rambut, akan tetapi membotaki agama. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku kabarkan kepada kalian dengan apa bisa menimbulkan hal tersebut? Tebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Tirmidzi, no. 2510 dan Ahmad, 1:164. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan)

Hasad dan permusuhan akan membotaki agama, maksudnya akan menghilangkan keimanan pada diri.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

سَيُصِيْبُ أُمَّتِي دَاءُ الأُمَمِ ، فَقَالُوا : يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَا دَاءُ الأُمَمِ ؟ قَالَ : الأَشْرُ، وَالْبَطْرُ والتَّكَاثُرُ وَالتَّنَاجُشُ فِي الدُّنْيَا وَالتَّبَاغُضُ وَالتَّحَاسُدُ حَتَّى يَكُوْنَ الْبَغْيُ

“Umatku akan ditimpa penyakit berbagai umat.” Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, apa saja penyakit umat-umat (terdahulu)?” Rasulullah berkata, “Kufur Nikmat, menyalahgunakan nikmat, saling berlomba memperbanyak dunia, saling berbuat najsy (mengelabui dalam penawaran, pen.), saling memusuhi, dan saling hasad-menghasadi hingga timbulnya sikap melampaui batas (kezaliman).” (HR. Al-Hakim, 4:168 dan Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awsath, 2/275/9173. Al-Hakim menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih, perawinya tsiqah termasuk perawi Imam Muslim. Imam Adz-Dzahabi menyetujui sanadnya yang shahih. Lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 680)

Hasad yang timbul pada satu orang, kemudian menular dan akhirnya terjadi saling hasad-menghasadi akan menimbulkan perbuatan melampaui batas. Perbuatan melampaui batas inilah yang akan menyebabkan kezaliman dan mengundang azab. Simaklah kisah-kisah kaum terdahulu dengan perbuatan melampaui batas yang mereka lakukan.

Wahai ukhti sungguh hasad ini biasanya sangat dekat dengan keseharian kita. Hidup berkeluarga, bertetangga, bermasyarakat, bahkan saat ini kehidupan itu tak sekedar di dunia nyata namun juga di media sosial dan media digital yang sangat mudah menimbulkan hasad. Berhati-hatilah dengan hati dan diri, ketika melihat kesenangan dan kenikmatan keluarga kita yang lain, tetangga, teman sekolah dan bahkan para public figure. Lindungi hati dari iri pada karunia duniawi yang diberikan kepada mereka. []

Sumber: rumaysho.com

 



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas