Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Sakit Maag Saat Puasa?

0

Puasa di Bulan Ramadhan merupakan puasa yang hukumnya wajib bagi umat muslim yang telah memenuhi syarat-syaratnya. Namun terkadang ada orang yang ragu untuk melaksakannya karena takut penyakitnya kambuh atau timbulnya penyakit maag.

Sahabat Muslimah, jika anda khawatir terkena penyakit maag atau mungkin sudah menderita penyakit maag tidak perlu khawatir lagi untuk berpuasa. Berikut cara-cara yang bisa Anda lakukan agar ibadah puasa Anda dapat terus berjalan tanpa resiko timbulnya penyakit maag.

Penyakit maag atau yang sering disebut gastritis adalah suatu bentuk peradangan dari dinding lambung bagian luar (yang bersentuhan dengan makanan). Jika proses peradangan ini tidak dihentikan maka dapat menimbulkan kerusakan pada lapisan dibawahnya seperti otot lambung dan berakibat fatal.

Pada sebagian orang untuk mengatasi gastritis adalah dengan mengkonsumsi antasida (obat maag), padahal konsumsi obat ini dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan gangguan pada ginjal dan yang lebih parah lagi adalah ditinggalkannya ibadah puasa wajib.

Oleh karena itu bagi penderita gastritis, lakukan puasa yang sehat sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, yaitu :

1. Usahakan melakukan sahur. Melakukan sahur adalah sebuah sunnah dan nabi mengatakan didalamnya terdapat berkah, meski hanya dengan minum air putih. Sahur dapat menurunkan keasaman dari cairan isi lambung, meski dengan air putih. Hal ini disebabkan air yang di minum pagi hari dalam jumlah banyak akan dengan mudah di keluarkan melalui air kencing (urin), bersama-dengan kototran-kotoran yang berasal dari dalam tubuh.

2. Hindari tidur setelah sahur. Tidur setelah sahur atau juga pada siang hari pada kurang baik bagi lambung yang sedang mengalami perandangan, karena tidur akan menyebabkan peningkatan gerak saluran cerna sehingga pengosongan lambung lebih cepat, pengeluaran asam lambung juga meningkat.

3. Melakukan aktifitas meski hanya membaca. Jika seseorang itu terjaga apalagi beraktifitas, maka otak akan merangsang keluaran hormone katekolamin. Hormone ini mempunyai efek mengurangi keluaran asam lambung dan enzim pencernaan, mengungi gerak usus, serta menghancurkan simpanan gula dan lemak yang ada didalam tubuh. []

Sumber:rumahkeluargaindonesia

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline