Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Bolehkah Mengeluh Karena Penyakit

0

Pertanyaan : Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh

Ustadz, kakak sepupu ana yang sedang sakit suka mengeluh, berkata kasar pada keluarganya dan mengaduh akan rasa sakit karena tidak kunjung sembuh. Meski dinasihati sabar, dia tetap suka mengeluh. Benarkah kita boleh mengeluh? Sebatas apa? Benarkah kita boleh mengeluh hanya pada Allah saja?

(Dari: Fulanah)

Jawaban : Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokaatuh

Bismillah.

Alhamdulillāh. Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Sakit adalah bagian dari sunnatulloh. Tak ada di antara kita yang bisa menghindarkan diri darinya jika Alloh sudah berkehendak.

Maka perlu kita tela’ah hadits Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam,

لا يصيب المسلم هم ولا غم ولا نصب ولا وصب ( وهو المرض) ولا أذى حتى الشوكة إلا كفر الله بها من خطاياه

“Tidaklah seorang muslim tertimpa kesedihan, kesusahan, penyakit, gangguan walau sekedar tertusuk duri, kecuali pasti Alloh akan menjadikannya penghapus dosa-dosa yang ia miliki” [HR Bukhari 5318, Muslim 2573]

Dengan memahami sunnatulloh di atas, maka mestinya kita bisa selalu husnudzon bahwa apapun yang menimpa kita dari hal yang tidak mengenakkan, pasti ada kebaikan besar yang telah Alloh persiapkan untuk kita.

Apakah mengeluh saat ditimpa ujian atau dirundung musibah berarti tidak yakin dengan sunnatulloh?

Tentu tidak, namun secara adab ada hal yang lebih sejalan dengan syariat yang ada karena dicontohkan oleh Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam yang mulia, tepatnya ketika ujian dari Alloh saat mengambil nyawa putra beliau Ibrohim.

العين تدمع والقلب يحزن ولا نقول إلا ما يرضي الرب وإنا لفراقك يا إبراهيم لمحزونون

“Air mata berlinang dan hati bersedih, namun kami tidak mengatakan sesuatu kecuali yang diridhai Alloh. Dengan kepergianmu ini wahai Ibrahim, kami sangat bersedih” [HR Bukhari 1241, Muslim 2315]

Maka contoh yang dilakukan oleh Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam adalah menangis, bersedih, namun tidak sampai meraung-raung dan mengatakan sesuatu yang tidak Alloh ridhoi.

Kitapun boleh mengabarkan atau memberi info pada orang lain tentang keadaan kita, namun juga tetap dengan adab, yakni mendahului dengan pujian bahwa ini sudah menjadi ketetapan Alloh, bersyukur atas ketetapanNya, sabar serta terus berdoa kepadaNya tentang kesembuhan, terus berikhtiar dan meminta doa dari orang sholeh untuk kesembuhan kita.

Alloh berfirman:

وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

“Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun“. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS Al-Baqarah: 156-158)

Wallohu A’lam

Wabillahittaufiq.

 

Dijawab oleh: Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline