Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Memetik Buah Manis dari Ramadhan

0

Tujuan disyariatkannya puasa Ramadhan tidak lain adalah untuk menjadikan kita orang-orang yang bertakwa. Dan tentu saja takwa itu ukurannya setiap hari, dari hari ke hari sampai mati, tidak hanya bertakwa selama bulan Ramadhan.

Asy-Syaikh ‘Abdullah azh-Zhafiri hafizhahullah berkata :

“Apabila engkau melihat pada dirimu wahai hamba Allah, ternyata telah berubah keadaanmu pada bulan ramadhan dan setelah ramadhan dari sebelum apa yang engkau telah lakukan sebelum ramadhan, maka ketahuilah bahwasanya engkau telah memperoleh buah ini. Kemudian jika tadinya engkau seorang yang lalai dalam menunaikan kewajiban dan fardhu-fardhu lalu berubah keadaanmu di bulan ramadhan maka ketahuilah bahwasannya engkau telah memperoleh ketakwaan yang hal itu adalah buahnya puasa.

Apabila engkau melihat pada dirimu sebelum ramadhan melakukan sebagian kemaksiatan dan kemungkaran dan berubahnya keadaanmu setelah ramadhan maka ketahuilah bahwasanya engkau telah memperoleh bonus ramadhan, bonus puasa yaitu ketakwaan, yang jika didapati dihati seorang hamba, maka akan menjadi pendorong baginya mengerjakan ketakwaan dan meninggalkan larangan dan kemaksiatan-kemaksiatan.

Adapun jika keadaanmu di bulan ramadhan dan setelah ramadhan sebagaimana keadaanmu sebelum ramadhan maka ketahuilah bahwa puasamu semata-mata (menahan) dari makan dan minum, dan ini merupakan musibah, ini adalah musibah yang seseorang pantas menangisi keadaannya bahwasanya telah datang ramadhan dan telah pergi pula ramadhan namun dia tidak memperoleh buah ramadhan dan bonus ramadhan.” []

 

Sumber: https://miraath.net/ar/content/makalate/جائزة-رمضان



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas