Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Jangan Menjadi Wali Setan Ketika Makan!

0

Kita tentu telah menjumpai beberapa orang yang “kidal” dalam kesehariannya. Dalam beraktifitas, ia menggunakan tangan kirinya sebagai tumpuannya. Ya, karena sedari kecil yang tentu menjadi kebiasaannya setelah dewasa.

Dalam beberapa hal mungkin seseorang tidak mengapa untuk mengandalkan tangan kiri sebagai kekuatannya, namun tentu juga banyak hal yang telah islam syariatkan agar aktifitas tersebut dilakukan dengan tangan kanan, misalnya makan.

Dari Salamah bin Akwa’radhiallahu ‘anhu berkata, “Bahwasanya ada seseorang yang makan di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan tangan kiri.

Maka beliau berkata (kepadanya), ‘makanlah dengan tangan kananmu’, orang itu menjawab, ‘aku tidak bisa’,

Beliau berkata, ‘kamu tidak akan bisa’, tidak ada yang mencegah  orang itu kecuali kesombongan.

Setelah itu dia benar-benar  tidak bisa mengangkat tangannya sampai ke mulutnya.”  (HR. Muslim no 2021)

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan, 

“Dalam hadits ini terdapat dalil wajibnya makan dan minum dengan tangan kanan, dan bahwasanya makan dengan tangan kiri adalah haram dan seseorang akan berdosa bila melakukannya. Demikian pula minum dengan tangan kiri adalah haram dan seseorang akan berdosa bila melakukannya.

Karena jika dia melakukan hal tersebut, yaitu makan dengan tangan kiri atau minum dengan tangan kiri, berarti dia telah menyerupai (perbuatan) setan dan wali-wali setan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 

لا يأكل أحدكم بشماله ولا يشرب بشماله فإن الشيطان يأكل بشماله ويشرب بشماله

“Janganlah seorang kalian makan dengan tangan kiri dan jangan pula minum dengan tangan kiri. Karena sesungguhnya setan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri.”

Kalau kita melihat kebiasaan orang-orang kafir sekarang ini, kita akan mendapati bahwa mereka makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri.

Oleh karena itu, orang yang makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri berarti telah menyerupai (perbuatan) setan dan wali-wali setan.

Dan wajib bagi orang yang melihatnya untuk mengingkarinya, akan tetapi dengan cara yang baik. Bisa dengan menyindirnya kalau khawatir orang itu malu atau tidak menerima.

Menyindirnya dengan mengatakan, “Di antara manusia ada yang makan makan dengan tangan kiri atau minum dengan tangan kiri, ini adalah perbuatan haram yang tidak diperbolehkan.”

Atau jika ia bersama seorang penuntut ilmu, bisa (dengan cara) bertanya kepadanya, “Apa pendapatmu tentang orang yang makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri?” 

Agar orang itu perhatian, kalau dia perhatian maka ini yang diinginkan, kalau tidak maka (langsung) katakan kepadanya walaupun dengan suara pelan, “Jangan makan dengan tangan kirimu, dan jangan minum dengan tangan kirimu.” Agar dia tahu agama Allah dan syari’at-Nya.

Didapati sebagian orang-orang kaya yang makan dengan tangan kanan dan minum dengan tangan kanan. Hanya saja jika ingin minum ketika sedang makan, dia pun minum menggunakan tangan kirinya, dia beralasan jika minum dengan tangan kanannya akan mengotori gelas.

Maka katakan kepadanya, permasalahan ini tidaklah semudah itu, masalah ini tidak sebatas sunnah saja hingga kamu bisa mengatakan semudah itu. Bahkan jika kamu minum dengan tangan kiri maka kamu telah bermaksiat karena itu adalah haram. Dan perbuatan haram tidak boleh (dilakukan) kecuali karena darurat, dan bukan termasuk darurat seorang yang minum dengan tangan kiri hanya karena takut gelasnya kotor dengan makanan.

Kemudian, bisa juga dia memegang gelas dengan meletakkannya di antara ibu jari dan jari telunjuk dari bawahnya sehingga tidak mengotorinya.

Seseorang yang menginginkan kebaikan dan kebenaran akan mudah melakukannya. Adapun orang yang sombong atau orang kaya yang taklid kepada musuh-musuh Allah dari kalangan setan dan wali-walinya maka dia memiliki keadaan yang berbeda, wallahul muwaffiq. []

Sumber: Syarah Riyadhus Shalihin 3/544

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Maaf Ukhti Antum Offline