Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Jika Bermimpi, Ini Dia Adabnya

0

Tidur yang dilakukan oleh setiap insan merupakan salah satu hal yang dilakukan untuk mengistirahatkan segala pikiran dan fisiknya. Dalam aktivitas tersebut, biasanya jika kita benar-benar mengalami kelelahan, tidur itu akan terasa lebih nikmat. Tapi, tak menutup kemungkinan, ada satu hal yang selalu menenami kita di saat tertidur. Apakah itu? Ialah yang sering kita sebut sebagai mimpi.

Bermimpi adalah apa yang dialami oleh seseorang dalam tidurnya, baik berupa kejadian-kejadian, maupun peristiwa-peristiwa tertentu. Dalam Islam ada beberapa adab yang harus dipegang oleh seseorang yang mengalami mimpi dalam tidurnya, di antaranya sebagai berikut,

1. Jika seseorang bermimpi bagus atau sesuatu yang disenanginya, hendaknya ia mengucapkan, “Alhamdulillah.” Dan ia hendaklah tidak menceritakan cerita itu, kecuali kepada orang yang disenangi.

2. Jika seseorang bermimpi sesuatu yang buruk atau yang tidak disukai, hendaknya ia mengucapkan, “Audzubillahi minasyaithaanirrajiim wamin syarri dzaalikal hilm (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk dan dari kejahatan mimpi ini), doa ini dibaca tiga kali sambil menengok ke sebelah kiri dan mengubah posisi tidurnya, maka sesungguhnya mimpi tersebut tidak akan memiliki dampak negatif kecuali dengan izin Allah SWT. Jangan menceritakan mimpi tersebut kepada orang lain.

BACA JUGA: Suami Mimpi Basah, Bagaimana?

3. Mimpi yang baik itu datangnya dari Allah SWT. Sebagai dalam hadis dikatakan bahwa, “Mimpi yang bagus itu datangnya dari Allah dan mimpi yang jelek itu datangnya dari syaithan, maka bila salah seorang kamu bermimpi sesuatu yang menyenangkan, maka jangan menceritakannya kecuali pada orang yang ia senangi,” (HR. Muslim, Juz 3, h. 1772).

4. Mimpi yang buruk itu datangnya dari syithan untuk menggoda kaum Muslim.

5. Tidak boleh bagi seseorang berpura-pura bermimpi sesuatu padahal ia tidak bermimpi, karena Rasulullah SAW melarang hal itu.

6. Hendaklah seseorang tidak menta’wilkan (menafsirkan) mimpinya, kecuali oleh ahli tafsir mimpi atau menafsirkannya dengan tafsiran yang baik, karena mimpi itu akan menjadi kenyataan sesuai dengan tafsir orang itu sendiri. []

Sumber: Adab Islam dalam Kehidupan Sehari-hari/Karya: Mahdy Saeed Reziq Krezem/Penerbit: Media Da’wah



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas