Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ternyata Ini Sebabnya Mengapa Kita Mengeluarkan “Angin” (2-Habis)

0

Gas tertelan dalam jumlah wajar tidak dapat dihindari dan gas dari hasil produksi bakteri juga akan terus berlangsung namun secara fisiologis gas itu akan dikeluarkan dari saluran cerna melalui flatus dengan mekanisme kontraksi otot usus untuk menghindari menumpuknya gas di saluran cerna. Gas juga dapat diserap ke aliran darah dan akan dikeluarkan melalui pernafasan.

BACA JUGA: Inilah Manfaat Mandi Bagi Kesehatan

Dari tinjauan kesehatan, keluarnya kentut menandakan aktivitas usus yang baik. Seseorang yang baru menjalani operasi dengan bius menyeluruh (total) perlu menunggu hingga ia dapat mengeluarkan kentut sebelum dirinya diizinkan oleh dokter untuk mulai makan dan minum seperti biasa. Kentut dalam hal ini sering menjadi petunjuk dokter bahwa usus yang bersangkutan telah kembali berfungsi normal.

Untuk normalnya menurut para ahli, yang dikuatkan melalui penelitian di sub-departement of Human Gastrointestinal Physiology and Nutrition dari Rumah Sakit Royal Hallamshire, volume gas yang dikeluarkan saat kentut dalam keadaan normal dapat mencapai kira-kira 476-1490 ml (rat-rata 705 ml) dalam 24 jam. Waah, kayaknya agak repot nih untuk menakarnya.

Untuk memudahkan pengukuran kentut, para ahli sudah menentukan kisaran frekuensi kentut yang memenuhi ukuran normal tersebut yang sebanyak 14 kali kentut. Jadi, jika ada yang kentutnya sudah di atas 14 kali atau bahkan kentut terus menerus sampai sudah tidak dapat terhitung, itu berarti harus segera ke dokter.

Subhanallah bukan? Ini merupakan salah satu kekuasaan Allah SWT yang tak tertandingi. Manusia bisa saja mencipatkan gas. Tapi, manusia tidak akan pernah bisa menciptakan gas alami yang dikeluarkan oleh manusia. Yang dapat bermanfaat besar bagi kelangsungan hidupnya. []

HABIS

Sumber:rika/islampos/tipsserbaserbi/nandisetiadi

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline