Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Kebiasaan Bercanda, Bagaimana Menghilangkannya?

0

Assalamualaikum Wr. Wb.,

Ana punya masalah yang agak berat menurut ana. Selama ini ana sudah berusaha untuk mencari solusi, tapi seringnya gagal juga. Begini, saya punya kebiasaan bercanda.

Kebiasaan ini mungkin sudah ada sejak ana SD dulu. Tidak dimana-mana, pasti ada saja yang bisa ana plesetin dan lingkungan ana juga sepertinya menikmati juga.

Sering ana ngerasa bahwa sifat ana yang satu ini bisa jadi tidak tepat waktu dan kondisi, tapi nyatanya bercandaan ana suka keluar begitu saja tanpa bisa dicegah. Ana minta solusinya bagaimana. Dan ana ucapkan jazakumullah khairan katsira.

FIRMANSYAH

Sekelimus, Bandung

BACA JUGA: Sebelum Bercanda, Kamu Harus Tahu Tujuannya

Akh Fir, sebagian orang terlahir dengan sifat-sifat yang emang khusus. Salah satunya antum yang jago becandain orang. Mungkin di sisi lain hal itu juga jadi modal bagi antum dalam pergaulan. Tapi memang, apapun jika dilakukan dengan berlebihan, bakalan jadi tidak bagus. Baik bagi kita ataupun bagi sekeliling kita.

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengubah sifat kamu itu. Selain sulit sepertinya—tapi bukan tidak mungkin—jelas butuh waktu yang lama. Maklum lah, bercandaan itu sepertinya sudah mendarah daging sekali ya dengan antum?

Jadi, pertama, antum musti camkan dalam hati, kepala dan pikiran, sedang ada dimana antum dan sedang melakukan apa. Mungkin celetukan kita bakalan disambut dengan tawa oleh rekan rekan yang lain. Tapi belum tentu juga dengan reaksi dari sebagian teman kita yang lainnya.

Cara yang kedua, coba antum banyak-banyak dzikrullah deh. Baik ketika sendirian ataupun pas lagi di tengah banyak orang—di depan teman-teman misalnya. Kalau terlalu riskan diucapkan keras-keras, bisa dipraktikkan dalam hati. Terus saja lakukan. Ingat kan bahwa cuma dengan dizkrullah asja hati kita bisa tenang. Lagi pula, bisa jadi nanti kalo sudah terbiasa, yang keluar dari mulut antum bukan lagi celetukan becanda, kalau ada sebuah kejadian, tapi dzikrullah. Kan bagus itu.

Kayaknya, untuk penyakit antum ini niscaya agak susah kalau musti disembuhkan oleh orang lain atau pihak luar. Mau tidka mau, antum musti mengerahkan diri sendiri segala daya upaya, kalo memang niat mau sembuh. Wallahu’alam. []

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy

Maaf Ukhti Antum Offline