Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Catatan untuk Suamiku

0

Inilah catatanku untuk yang sayang sama aku :

1. Sejak aku belum punya apa-apa dan tiap pagi minta uang belanjam sampai diizinkan punya usaha, sampai akhirnya sedikit punya apa-apa, hanya suamiku.

2. Sejak aku langsing rupawan sampai gendut gak keruan lalu mengurus sedikit dan menggelembung seketika. Sampai akhirnya tak keruan dan sampai sekarang masih dalam proses pembentukan, cuma suamiku.

3. Adalah yang mau bantu bikinin susu buat Ben ketika aku lagi ngantuk setengah mati, dan udah gak tahu mana susu mana bedak bayi, cuma suamiku.

BACA JUGA: Dibalik Diamnya Suami

4. Ketika aku dalam kondisi cantik maupun jelek, baru bangun tidur masih kucel, mata belekan dan muka gak jelas, cuma suamiku.

Lalu, kalau di luar ada yang memandang kagum atau coba mencari perhatian, bahkan berusaha mengukir kembali cinlok (cinta lokasi) , itu pasti bukan pria sejati yang kucari. abaikan ! (paragraf ini nyontek dari cuplikan sinetron)

Lalu, pria sejati adalah yang mau terima kita apa adanya, bahkan mau terima ketika kitapun lagi gak ada (hehe, ini edisi istri yang pergi melulu).

Tapi beneran, kalau pas liat kaca lalu mikir; “ihh, aku udah mulai keriput, muka merah-merah kayak udang rebus, kulit agak kering dan mata udah mulai sipit, belum lagi uban udah mulai muncul.

Merasa jelek dan kurang confidence, kalau di foto juga maunya pakai kacamata hitam dan dari jarak jauh. Belum lagi, kalau naik keatas timbangan malah khawatir rusak sebab beban diatasnya terlalu berat. Cepet-cepet turun takut dituduh ngerusakin timbangan. Siapa yang masih mau sama aku ?? Ternyata aku terkagum-kagum sendiri, kayaknya cuma suamiku deh.

BACA JUGA: Suami Tulis Puisi Poligami, Jawaban Istri…

Jadinya, ketika lagi jelek dan merasa tua dan merasa badan udah gak simetris, dan tiba-tiba suami pulang bawa martabak dan ngajak jalan-jalan ke Eropa. Maka aku baru tahu, cuma dia yang masih trima aku. Di kala aku sudah tak berbentuk (terharu) , jadi beliau terima aku, hatiku, diriku, bukan bentukku, terimakasih yaa Allah. Hari ini sudah 22 tahun dia bersamaku, lama ya dan kayaknya beliau lebih cinta ke aku daripada aku kepadanya, karena aku cuek.

Jika ada training untuk istri yang cuek mungkin aku perlu ikut. Karena aku kadang cuek sekali.

Intinya yang masih mau terima kita dikala kondisi kita lagi jelek banget, bau banget, gak jelas banget, juga lagi ngomel tanpa batas, maka dia adalah orang yang paling baik di dunia ini. Kalau dah ketemu orang kayak gini, maka gak usah mikir yg lain-lain, TETAPKAN! LANJUTKAN!

Suamiku memang gak sempurna tapi cuma beliau satu-satunya yang mau terima ketidak sempurnaan aku…

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesempurna-sempurna iman orang mukmin adalah yang paling baik akhlaqnya diantara mereka dan orang paling baik diantara kalian ialah orang yang paling baik terhadap istrinya”. [HR. Ahmad dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengesahkannya]. []

Sumber: Channelmuslim

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy

Maaf Ukhti Antum Offline