Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Sedih Karena Telat Menikah

0

Pertanyaan :

Bàrakallàh fìkum, ini pertanyaan kesembilan dari Tunisia, penanya mengatakan, “Apa nasihat Anda bagi wanita yang hidup sedih karena terlambat menikah?”

Jawaban :

Tidak ada seorang pun -baik laki-laki ataupun perempuan- yang mencari kesucian dan penjagaan diri (dari zina) dan menginginkan apa yang ditetapkan Allah baginya berupa anak melainkan ia senang menikah di usia muda.

Namun banyak orang terlambat menikah, terutama wanita. Rumah-rumah penuh dengan para wanita (lajang), di semua tempat. Tidak ada yang kosong dari mereka melainkan rumah yang dirahmati Rabbku, mereka ini banyak (wanita yang belum menikah).

Wasiatku kepada wanita-wanita ini adalah : BERSABAR.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan kepada anak paman beliau Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma dalam sebuah hadits yang panjang :

واعلم أن النصر مع الصبر وأن الفرج مع الكرب وأن مع العسر يسرا

“Ketahuilah, sungguh pertolongan itu (datang) bersama dengan kesabaran, kelapangan (jalan keluar) itu bersama dengan kesulitan, dan bersama kesulitan ada kemudahan.”

Yang kedua : Menyibukkan diri dengan banyak dzikrullah ‘Azza wa Jalla, baik berupa doa, membaca al-Qur’an, wirid, tasbih, tahlil, dan takbir, terutama pada waktu-waktu yang utama : Di akhir sepertiga malam yang pertama, waktu-waktu terakhir hari Jum’at, dan ketika turun hujan. Kami memohon kepada Allah suami yang shalih yang menolongnya menegakkan agama dan dunianya. Bukan sekedar (sembarang) pasangan, karena sebagian istri tidak menjadi nikmat. Bahkan ia menjadi siksaan, menjengkelkan dan mengganggu. Berapa banyak wanita yang tadinya memiliki agama yang baik kemudian terfitnah?! Akhirnya ia terjatuh ke dalam berbagai kemaksiatan.

Ketiga : Yakin dengan jalan keluar yang dijanjikan Allah kepada setiap orang yang bertakwa,   dan ini mencakup baik laki-laki maupun perempuan, Allah Ta’ala berfirman :

 ۚوَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًاوَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ

“Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangkanya.” (Ath-Thalaq 2-3)

Keempat : Hendaknya mereka membuang rasa sedih itu ke belakang punggung mereka. Kesedihan  tidak bermanfaat. Bahkan yang kuyakini, kesedihan adalah jalan syaithan ke kalbu mereka.

Terkadang keputusasaan wanita ini (dan putus asa adalah diharamkan) membawa ke tempat – tempat jelek, membawa ke jalan yang buruk.

Hendaknya ia bertakwa kepada Allah, bersabar, dan mengharapkan pahala, karena Allah subhanahu wa Ta’ala tidak akan menyia-nyiakannya.

Ada perbuatan yang dilakukan sebagian muslimah, dan perbuatan ini salah, ia sendiri yang mencari calon suami dan pelamar! Ia mencarinya dan membawanya kepada keluarganya. Bila keluarganya tidak menyetujui -karena laki-laki tersebut memiliki sisi-sisi kritikan- ia pun jengkel, tersinggung, dan sedih! Ini adalah kesalahan, wahai muslimah!!!

Tinggallah di rumahmu, peganglah kuat-kuat agama yang dianugerahkan Allah kepadamu.

Aku sudah mewasiatkan kepadamu nasihat yang baru saja kusampaikan ini, jangan engkau menjadikan dirimu terhina. Di antara bentuk kehinaan adalah engkau mencari laki-laki, dan membawa mereka kepada walimu.

Ini adalah perkara yang  tidak disukai secara syar’i maupun secara adat. Demikianlah.

 

Dijawab oleh: Al-‘Allàmah ‘Ubaid bin ‘Abdillàh al-Jàbirì hafizhahullàh

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy

Maaf Ukhti Antum Offline