Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Tentang Taat dan Pasangan shalih

0

Tugas istri adalah taat. Taat pada suami, karena ridha suami adalah surga bagi istri. Taat sepertinya mudah, menuruti apa yang diperintahkan suami dan tidak bermaksiat pada Allah dan Rasul-Nya.

Namun, menjalankan taat kadang tidak semudah hanya mengikuti suami, melayani suami, menyediakan makanan kesukaan atau setidaknya menyiapkan minum untuknya. Kadang taat harus berbenturan dengan ego pribadi, dengan apa yang diinginkan dan rasanya yang baik menurut pandangan diri.

BACA JUGA Mentaati Perintah Suami Tunaikan Hak Allah

Kemudian tatkala harus taat namun suami sepertinya belum menjadi imam yang baik. Ketika melihat sosok Rasulullah sebagai gambaran teladan seorang suami seorang imam, ada rasa suami masih jauh dalam teladannya. Mengapa rasanya sulit mengajak suami dan juga anak-anak untuk bersama-sama memperbaiki diri, meneladani keluarga Rasul, berjuang untuk menggapai surga dengan berbagai amalan.

Setiap hari bukan perbaikan yang terlihat, namun kemunduran. Hati semakin gelisah… Seolah perjuangan tiada arti, berbagai buku yang dibaca, kajian yang dihadiri tak membuat perubahan bagi keluarga…
Ada yang salah… Pasti ada yang salah…

Memikirkan keadaan ideal suami seharusnya begini dan begitu, anak-anak seharusnya sudah dapat ini dan itu…

Kemudian tiba pada satu titik… Ternyata selama ini diri sendiri sibuk merubah orang lain, menginginkan keadaan yang ideal tanpa perubahan berarti pada diri sendiri. Sibuk mengurusi orang lain dan lupa memikirkan diri sendiri, sudah sampai mana melakukan perbaikan ibadah dan amal-amal lainnya. Sudahkah kita mengurangi amarah, sudahkah bersikap dan berkata lemah lembut pada suami, pada anak-anak, sudahkah berkurang bahkan hilang keluh kesah akan pekerjaan rumah. Meski pekerjaan rumah bukanlah tugas utama istri, namun jika suami meminta bukankah itu bagian dari ketaatan kita?

Ketika menginginkan pasangan shalih, maka seharusnya kita dapat menjadi shalihah terlebih dahulu. Begitulah rumus yang diberikan Rasulullah, “lelaki yang baik untuk wanita yang baik…” Dan ini pun bisa berlaku bagi pasangan yang telah menikah, saat istri setiap hari menjadi semakin baik, doa-doa terus terucap menembus langit untuk kebaikan suami dan anak-anak, Allah pun akan terketuk.

Tatkala ada yang tak sesuai dengan keinginan suami, bicaralah dengan lembut dan baik-baik. Ketika suami salah, beritahu dengan cara yang tidak menghakimi, dan seolah merendahkannya. Meski nafkah dan kebutuhan ekonomi selalu kurang, suami tetaplah imam bagi keluarga dan kita tetap harus taat.

BACA JUGA Catatan untuk Suamiku

Kuatkanlah niat hijrahmu wahai para istri, teruslah tingkatkan keshalihan diri agar tatkala taat pada suami terasa indah dan lapang. []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas